Suara.com - Badan Anggaran DPR RI, hari ini menyelenggarakan rapat kerja dengan empat Menteri Koordinator untuk membahas pagu anggaran masing-masing Kementerian dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017.
Setelah melalui pembahasan empat jam, Badan Anggaran menyetujui seluruh pagu anggaran dan usulan tambahan anggaran dari empat Kementerian Koordinator di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengucapkan terima kasih kepada Badan Anggaran yang telah menyetujui anggatan Kementerian/Lembaga 2017.
Pasalnya, anggaran tersebut akan dipergunakan untuk merenovasi kantor Kemenko Perekonomian. Hal tersebut lantaran, sejak Presiden Joko Widodo menambah kementerian, Kemenko Maritim masih menumpang di gedung BPPT.
"Kantor Kemenko Kemaritiman tidak jelas, saya menempati ruangan berukuran 3x5 meter. Lift sering diganti (diperbaiki), jadi saya lebih sering naik tangga dibanding naik lift. Makanya mau direnovasi," kata Luhut di DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (14/9/2016).
Badan Anggaran menyetujui pagu anggaran kemenko maritim sebesar Rp350 miliar. Anggaran tersebut akan dipegunakan lebih banyak untuk belanja barang tanpa melupakan dukungan Kemenko Bidang Kemaritiman terhadap program prioritas nasional dan kegiatan pokok Kementeriannya.
"Belanja barang paling banyak, karena anggaran paling banyak buat benerin (renovasi) kantor," katanya.
Selain itu, lanjut Luhut, anggaran ininakan dipergunakan untuk percepatan penyelesaian batas maritim, pengembangan instrumen hukum IUU Fishing, pengembangan tol laut dan sistem konektivitas, penanganan dwelling times,revitalisasi dan pembangunan infrastruktur transportasi.
"Kami sedang kaji harga gas industri di hilir supaya turun dari 13 dolar AS per MMBTU menjadi 5 dolar AS per MMBTU. Benchmark kami di Singapura, Cina, Korea, Jepang yang harganya cuma 4-5 dolar AS per MMBTU," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim