Agus Yudhoyono dan Annisa Pohan di kantor BNN, Jakarta Timur, Minggu (25/9/2016). [suara.com/Kurniawan Mas'ud)
Calon gubernur Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono diprediksi menjadi kuda hitam di bursa pemilihan pilkada Jakarta periode 2017-2022. Agus berpasangan dengan Sylviana Murni dengan didukung Partai Demokrat, PKB, PPP, dan PAN.
"Ia memiliki efek wow," ujar peneliti lembaga Lingkaran Survei Indonesia Adjie Alfaraby di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (4/10/2016).
Indikatornya dari hasil survei LSI yang dilakukan tanggal 28 September sampai 2 Oktober 2016. Agus dan Sylviana meraih dukungan tertinggi dari responden untuk dua kategori. Kategori pertama, segmen pendapatan bagi wong cilik sebanyak 21,9 persen mengalahkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat yang mendapatkan dukungan 18,8 persen. Sementara pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mendapat 15,6 persen.
Kategori kedua yakni segmen pemilih berusia muda, 33,8 persen. Pasangan Anies-Sandiaga Uno hanya memperoleh 30,8 persen dukungan dan pasangan Ahok-Djarot sebesar 27,8 persen.
"Belum lama kemunculannya di dunia politik, namun dukungan atasnya sudah meroket. Ia sudah unggul di segmen pemilih wong cilik dan pemilih muda," katanya.
Adjie mengatakan efek wow Agus dipengaruhi prestasi ketika di TNI AD dulu, kemudian memiliki wajah ganteng, serta putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Ini jadi tantangan bagi dia, kalau kemudian kampanye berhasil ditunjukkan sebagai figur berkapasitas, dia bisa naik lagi. Apalagi ditopang mesin partai dan sebagainya, ini kan situasi dia kan belum ada rekam jejak sama sekali," katanya.
"Ia memiliki efek wow," ujar peneliti lembaga Lingkaran Survei Indonesia Adjie Alfaraby di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (4/10/2016).
Indikatornya dari hasil survei LSI yang dilakukan tanggal 28 September sampai 2 Oktober 2016. Agus dan Sylviana meraih dukungan tertinggi dari responden untuk dua kategori. Kategori pertama, segmen pendapatan bagi wong cilik sebanyak 21,9 persen mengalahkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat yang mendapatkan dukungan 18,8 persen. Sementara pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mendapat 15,6 persen.
Kategori kedua yakni segmen pemilih berusia muda, 33,8 persen. Pasangan Anies-Sandiaga Uno hanya memperoleh 30,8 persen dukungan dan pasangan Ahok-Djarot sebesar 27,8 persen.
"Belum lama kemunculannya di dunia politik, namun dukungan atasnya sudah meroket. Ia sudah unggul di segmen pemilih wong cilik dan pemilih muda," katanya.
Adjie mengatakan efek wow Agus dipengaruhi prestasi ketika di TNI AD dulu, kemudian memiliki wajah ganteng, serta putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Ini jadi tantangan bagi dia, kalau kemudian kampanye berhasil ditunjukkan sebagai figur berkapasitas, dia bisa naik lagi. Apalagi ditopang mesin partai dan sebagainya, ini kan situasi dia kan belum ada rekam jejak sama sekali," katanya.
Tag
Komentar
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!