Suara.com - Sebanyak 2.016 anak SD dan SMP meramaikan pemecahan rekor dunia egrang yang termasuk dalam rangkaian penyelenggaraan TAFISA World Games atau Pesta Olahraga Masyarakat 2016 di Kemayoran, Jakarta, Sabtu.
"Ada 1.008 adik-adik SD dan 1.008 adik-adik SMP se-DKI yang mengikuti pawai egrang untuk pecah rekor dunia 'Guinness Book' ini," kata Ketua Komunitas Olahraga Tradisional Indonesia (KOTI) DKI Jakarta Neni Suryawati.
Dari semua peserta yang menghadiri pemecahan rekor tersebut, tidak semuanya mahir sehingga tidak dapat mengikuti acara itu, tetapi tetap dapat bermain egrang dan memberikan semangat kepada teman-temannya.
Ia menuturkan rekor dunia egrang dengan peserta terbanyak terakhir diraih Belanda dengan jumlah peserta 900 orang.
Untuk itu, Neni berharap setidaknya 1.200 peserta berhasil menaiki egrang sepanjang 100 meter tanpa terjatuh agar berhasil memecahkan rekor.
Berdasarkan pantauan, ribuan peserta dengan berbagai macam kostum dan egrang yang dihias berwarna-warni menyemarakkan acara tersebut.
Neni menuturkan para peserta memang dibebaskan untuk memilih kostum dan menghias egrangnya untuk meningkatkan kreatifitas.
Beberapa bulan lalu, ujar dia, dilakukan uji coba dan terlihat animo yang besar dari masyarakat dan sekolah.
"Kami harap kegiatan ini dapat menggali dan melestarikan permainan tradisional ini," kata Neni.
Adapun egrang adalah olahraga tradisional yang menggunakan sepasang bambu bulat berukuran 2,75 meter dengan diameter 6-9 cm.
Sepasang bambu tersebut dijadikan alat untuk mengadu kecepatan dalam jarak yang telah ditentukan. Dalam acara ini, setiap peserta harus menempuh 100 meter dengan egrangnya dan tak boleh menyentuh tanah. (Antara)
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat