Suara.com - Beberapa anggota militan menyerang basis militer di dekat Kota Jammu, India, pada Selasa, (29/11/2016) hingga menewaskan tiga personel keamanan sebelum pasukan tentara menyudutkan mereka di dalam kompleks tersebut, demikian kata petugas.
Dilaporkan Antara, empat orang pria bersenjata menyerang basis militer di Nagrota sebelum subuh dan setelah baku tembak yang berlangsung beberapa jam pasukan keamanan menewaskan para penyerang itu, demikian kata pejabat militer setempat.
Tiga personel keamanan pria juga mengalami luka akibat serangan yang terjadi di Kota Jammu, India utara, dan negara bagian Kashmir.
Dalam serangan terpisah di wilayah selatan Jammu, perbatasan India, pasukan keamanan menewaskan tiga dari lima atau enam anggota militan yang berupaya menyelinap ke India di sepanjang wilayah perbatasan yang disengketakan oleh Pakistan, demikian kata pihak kepolisian.
Tiga anggota pasukan perbatasan terluka setelah mereka berusaha menghentikan para anggota militan tersebut yang hendak melintasi perbatasan.
Kawasan Himalaya Kashmir yang dihuni mayoritas muslim itu terbagi menjadi dua oleh India dan Pakistan yang merupakan seteru abadi sejak memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada 1947. Kedua belah pihak mendaku sepenuhnya wilayah itu.
Serangan terhadap pasukan keamanan makin meningkat dalam beberapa bulan terakhir, namun serangan di wilayah Jammu yang dihuni mayoritas umat Hindu tersebut tidak lazim.
Pertempuran lintas perbatasan India dan Pakistan bersamaan dengan peningkatakan militerisasi di perbatasan juga makin intensif setelah ketegangan antara dua negara bersenjata nuklir yang bertetangga tersebut meningkat.
Serangan itu terjadi pada hari yang sama dengan panglima militer baru Pakistan, Letnan Jenderal Qamar Javed Bajwa, menduduki jabatan. Kemudian pada pekan ini, para pejabat Pakistan berada di Kota Amritsar, India, untuk menghadiri pertemuan puncak regional Asia.
India menuduh Pakistan mendukung kelompok militan berdasarkan sisi perbatasan yang diseberangi untuk memulai serangan. Pakistan menyangkal dengan menuduh India menyalahgunakan hak-hak Muslim Kashmir menentang kekuasaan India.
Kashmir telah diliputi protes sejak pasukan keamanan membunuh seorang pemimpin separatis terkemuka pada bulan Juli lalu. Satu tindakan keras yang dilakukan untuk menanggapi protes telah melumpuhkan sebagian besar wilayah itu.
Sebanyak 19 tentara India tewas dalam serangan terhadap sebuah pangkalan militer India di Kashmir pada 18 September yang merupakan terburuk dalam 14 tahun terakhir.
Pada seranngan pagi hari itu, empat orang memasuki pangkalan Angkatan Darat di Sektor Uri di bagian utara negara bagian Kashmir.
Baku tembak terjadi antara personel Angkatan Darat dan dua gerilyawan, sementara dua gerilyawan lagi telah dilumpuhkan.
Prajurit yang cedera telah dibawa melalui udara ke satu Rumah Sakit Angkatan Darat di Ibu Kota Negara Bagian Kashmir-India, Srinagar, sekitar 70 kilometer dari lokasi serangan. Kondisi dua orang yang cedera dilaporkan kritis, tambah pejabat tersebut.
Menteri Dalam Negeri India Rajnath Singh telah membatalkan kunjungannya ke Rusia dan Amerika Serikat akibat serangan itu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Dihadang Barikade Polisi, Massa Mahasiswa Tertahan di Senayan Park Saat Menuju Gedung DPR
-
Bukan di DPR, Front Mahasiswa Nasional Pilih Demo di Istana untuk Sampaikan 10 Tuntutan
-
Botok: Jika RUU Perampasan Aset Tak Sah Desember, Dasco, Saan, dan Cucun Siap Mundur
-
Hakim Tolak Perlawanan Yaqut Cholil Qoumas, Sidang Korupsi Kuota Haji Berlanjut!
-
Meski Diterima Pimpinan DPR, Botok Pati Pastikan Aksi 27 Agustus Tetap Lanjut
Terkini
-
Jumlah Konsumen Kripto Naik Tapi Transaksi Anjlok Tajam
-
Hakim Tolak Perlawanan Yaqut, Pengacara Tegaskan Dakwaan Jaksa Belum Terbukti
-
Niat Ikut Demo di DPR, 5 Pelajar Asal Sukabumi Malah Dicegat Polisi di Stasiun Bogor
-
Apakah Viva Skin Food Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini Klaim dan Ulasannya
-
Kapolda Minta Maaf Anak Buahnya Palsukan Laporan Orang Hilang di Jeju
-
Jejak Kebakaran Hutan di Lereng Merbatu
-
Resmi, DPR Setuju Penjualan Eks Kapal Perang KRI Ki Hajar Dewantara Lewat Lelang
-
Pastikan Korban Tawuran Ditangani RSUD, Bupati Bogor: Jaga Kondusivitas, Jangan Ada Korban Lagi
-
5 Sepatu Jalan Warna Putih Terbaik untuk Harian, Nyaman dan Mudah Dibersihkan
-
Agam Rinjani dan Mahasiswa KKN Unhas Salurkan Bantuan Korban Gempa di NTT