Suara.com - Gelaran Kejuaraan Dunia Pencak Silat XVII kini hanya menunggu hitungan hari. 42 negara yang sudah dipastikan ambil bagian, siap untuk berlaga di pesta pencak silat dunia itu.
Sesuai dengan rencana, Kejuaraan Dunia Pencak Silat XVII akan digelar di GOR Lila Buana Denpasar, Bali, 3-8 Desember mendatang. Dijadwalkan, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo akan hadir dan meresmikan pembukaan kejuaraan tersebut.
"Menurut jadwal, presiden akan membuka Kejuaraan Dunia Pencak Silat XVII," kata Sekjen PB IPSI Erizal Chaniago.
Selain dihadiri oleh presiden, Ketua Umum PB IPSI Prabowo Subianto dan pengurus juga akan hadir. Begitu pula dengan ketua panitia acara, Edhy Prabowo.
Kejuaraan Dunia ini merupakan gelaran yang keenam kalinya di gelar di Indonesia. Sebelumnya, kejuaraan Dunia itu sendiri rencananya akan digelar di Australia. Namun rencana itu batal berjalan menyusul ketidaksiapan negeri Kangguru itu. Alhasil, PB IPSI pun mengambil alih dan memutuskan akan menggelarnya di Bali.
PB IPSI sendiri akan menurunkan 28 pendekarnya. Para pesilat yang akan berlaga merupakan hasil dari seleksi nasional yang diikuti para juara PON, Kejurnas, POM Asean dan Pelatnas Prima pada 25-26 Oktober lalu.
Sebanyak 24 nomor akan dipertandingkan dalam kejuaraan yang juga akan diramaikan dengan Festival Pencak Silat Internasional. 24 nomor yang dipertandingan terdiri dari 18 nomor olahraga dan enam seni.
Berita Terkait
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Peluang Prabowo-Gibran di Pilpres 2029 Dinilai Masih Terbuka, Manuver Jokowi Jadi Sorotan
-
Kapolri Temui Prabowo di Istana, Stabilitas Keamanan dan Hari Bhayangkara Jadi Bahasan
-
PGRI: Jangan Cap Guru Mata Duitan karena Minta Gaji Layak
-
Datangi Kediaman Jokowi di Solo, Sespri Prabowo Rizky Irmansyah Jadi Sorotan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT