Suara.com - Sepanjang siang tadi hingga petang, netizen ramai membicarakan foto Presiden Joko Widodo yang membawa sendiri payung warna biru ketika jalan kaki dari Istana menuju ke lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat.
Presiden menembus hujan untuk ke Monas dan bergabung dengan ratusan ribu umat Islam yang tengah aksi damai. Ketika itu, Presiden didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah pejabat tinggi Kabinet Kerja.
Foto Presiden Jokowi dengan cepat naik menjadi trending topic di Twitter. Beragam komentar muncul, ada yang guyonan, ada juga yang serius sekali.
Yang komentar guyonan umumnya langsung menebak payung biru akan segera menjadi tren di tengah masyarakat. Seperti jaket Zara jenis bomber yang pernah dipakai Jokowi ketika memberikan keterangan pers Sabtu (5/11/2016) dinihari untuk merespon gerakan 4 November. Beberapa hari kemudian, jaket tersebut laris manis di pasaran karena warga ingin memiliki memiliki jaket mirip yang dipakai Jokowi.
Rupanya putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangerep, ikut-ikutan nimbrung.
"Kok gak ada yg nanya "mas, payungnya bapak beli dimana?" tulis Kaesang di Twitter @kaesangp.
Tak lama kemudian, Kaesang mengunggah sebuah foto seorang cowok memakai payung di tengah hujan deras.
"Hahaha," tulis Kaesang di atas foto tersebut.
Kelakar Kaesang pun semakin meramaikan dunia Twitter, walaupun ada sebagian fans-nya menanggapi dengan serius.
Usai salat Jumat di lapangan Monas, Jokowi menyampaikan pidato di tengah ratusan ribu umat Islam yang memenuhi lapangan.
Dalam pidato, Jokowi menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada umat Islam yang menggelar doa bersama dan salat jamaah.
"Terimakasih atas doa dan dzikir yang dipanjatkan bagi negara kita. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar," kata Jokowi.
Jokowi juga mengapresiasi umat Islam yang sama-sama menjaga aksi hari ini berlangsung tertib.
"Saya ingin memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya karena seluruh jamaah yang hadir tertib, sehingga acaranya berjalan lancar," ujar dia.
Kemudian Jokowi meminta semua warga untuk langsung kembali ke rumah masing-masing dengan tertib agar selamat sampai tujuan.
"Selamat kembali ke tempat tinggalnya masing-masing," tutur dia.
Berita Terkait
-
PDIP Tegaskan Tutup Buku dengan Jokowi: Mau Pakai Jaket PSI, Itu Urusannya
-
Mantan Kapolri Era SBY dan Jokowi Jadi Komisaris Utama Bukalapak
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Prabowo-Megawati Asyik Masyuk di Gedung Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
-
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
-
BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan
-
Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD
-
Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan
-
Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini
-
Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan
-
Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya
-
BEM UBK Ultimatum Gibran 5x24 Jam: Penuhi Tuntutan atau Aksi Berjilid-jilid