Suara.com - Pegawai Mahkamah Agung bernama Dora Natalia Singarimbun sohor setelah aksinya mengamuk dan mencakar anggota polisi lalu lintas Aiptu Sutisna di daerah Jatinegara Barat, Jakarta Timur, pada Selasa lalu (13/12/2016) ditonton banyak orang.
Bagaimana pendapat teman-temannya di Mahkamah Agung?
"Dia orangnya judes, galak, nggak pernah mau senyum sama orang, nggak pernah mau negur kita dan orangnya juga pilih kasih kalau mau negur," ujar staf yang enggan disebutkan namanya di gedung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Kamis (15/12/2016).
Staf mengatakan hari ini belum melihat Dora datang ke kantor. Biasanya, dia datang dengan memakai mobil warna putih.
"Hari ini nggak masuk. Biasanya dia ke sini pakai mobil putih," kata dia.
Staf tersebut baru tahu Dora mendapat kasus dari berita di televisi. Menurut dia, seharusnya Dora tidak perlu berlebihan menanggapi polisi yang sedang menjalankan tugas penegakan hukum.
"Saya kaget dan heran. Kok bisa dia berbuat kasar sama polisi harusnya nggak usah gitu," kata dia.
Sebagian karyawan Mahkamah Agung enggan mengomentari sikap Dora.
Petugas keamanan bernama Ramadani juga enggan berkomentar karena itu urusan pribadi Dora.
"Saya nggak mau komentar, nanti biar Humas saja yang jelasin. Itu urusan pribadi (DNS), saya nggak bisa komentar," kata Ramadani.
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara