Suara.com - Firza Husein protes kediamanannya digeledah oleh polisi terait adanya video yang menunjukan adanya percakapan porno yang diduga dilakukan Pimpinan FPI Rizieq Shihab. Percakapan itu ditujukan ke Firza.
Pengacara Firza Husein, Azis Januar mengatakan keluarga besar kliennya juga protes. Sebab penggeledahan tersebut dilakukan tanpa didampingi oleh keluarga dan pengacara.
"Kita nggak ada di tempat. Terus keluarga juga nggak ada, itu yang kita protes," kata Azis saat dihubungi, Rabu (1/2/2017).
Dia juga baru mengetahui soal penggeledahan itu saat dihubungi salah satu polisi yang ikut menggeledah rumah Firza di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Bahkan, dirinya belum mengetahui secara pasti apa saja barang bukti yang disita polisi terkait penggeledahan tersebut.
"Belum tahu," katanya.
Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat mengatakan penggeledahan tersebut berkaitan dengan penyebaran video rekaman, chat sex, dan foto-foto tak senonoh di media sosial yang dilaporkan Aliansi Mahasiswa Anti Pornografi. Konten berbau pornografi tersebut diyakini untuk menyebar isu perselingkuhan Rizieq Shihab dengan Firza.
Namun Wahyu belum bisa membeberkan barang bukti apa yang disita di rumah Firza. Sebab, kata dia penggeledahan masih berlangsung.
Firza sendiri telah mendekam di rumah tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok terkait kasus dugaan makar. Penahanan dilakukan lantaran Firza dianggap tidak kooperatif untuk memenuhi panggilan polisi. Firza dijemput paksa dari rumahnya, Selasa (31/1/2017) kemarin.
Baca Juga: Polisi Geledah Rumah Firza Husein Telusuri Chat Sex Habib Rizieq
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam