Fahira Idris [dok. Fahira Idris]
Walau hasil perolehan suara resmi pilkada Jakarta baru akan diumumkan KPUD akhir Februari, hasil perhitungan cepat berbagai lembaga survei sudah menunjukkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan melaju ke putaran kedua yang akan berlangsung pada 19 April 2017.
Senator pendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono -Sylviana Murni, Fahira Idris, mengajak para pendukung Agus untuk memenangkan pasangan Anies-Sandiaga.
“Saya mengimbau kepada semua pendukung AHY-Sylvi untuk rapatkan barisan dan kembali kumpulkan kekuatan untuk memenangkan Anies-Sandi pada putaran kedua nanti. Saya yakin visi misi dan nilai-nilai yang diperjuangkan AHY-Sylvi saat kampanye senada dengan apa yang ingin diwujudkan Anies-Sandi jika nanti terpilih," kata Fahira Idris melalui pernyataan tertulis yang diterima Suara.com, Kamis (16/2/2017).
"Kita sama-sama tegas tolak penggusuran dan reklamasi. Kita sama-sama punya ketegasan berantas miras dan kita punya komitmen merangkul semua warga Jakarta dan menghormati ulama,” Fahira menambahkan.
Fahira mengatakan bersama relawan beruntung berkesempatan mendukung sosok Agus dan Sylviana.
Bagi Fahira, baik Agus maupun Sylviana merupakan aset bangsa. Di masa depan, dengan ketokohan dan pengalamannya masing-masing mereka akan menjadi sosok yang berpengaruh di negeri ini, kata Fahira.
“Dengan sepenuh hati, rasa kagum dan hormat saya tidak akan luntur kepada Mas Agus dan Ibu Sylvi. Namun, perjuangan kita melepaskan warga Jakarta dari pengkotak-kotakan, ketidakberpihakan, dan ancaman bencana ekologis akibat reklamasi harus kita teruskan. Dan semua itu, saat ini kita gantungkan di pundak pasangan Anies-Sandi. Kita satukan suara umat, untuk tumbangkan kearoganisian,” kata Wakil Ketua Komite III DPD.
Fahira yakin jika pendukung Agus solid mendukung Anies-Sandiaga, keinginan warga Jakarta untuk hidup di kota yang lebih nyaman, manusiawi, dan memberi jalan kemudahan untuk menyelesaikan persoalan hidup sehari-hari akan terwujud.
“Saatnya kita warga Jakarta menunjukkan bahwa kitalah yang paling berhak menentukan wajah kota ini, bukan segelintir elit dan golongan,” kata Fahira.
Senator pendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono -Sylviana Murni, Fahira Idris, mengajak para pendukung Agus untuk memenangkan pasangan Anies-Sandiaga.
“Saya mengimbau kepada semua pendukung AHY-Sylvi untuk rapatkan barisan dan kembali kumpulkan kekuatan untuk memenangkan Anies-Sandi pada putaran kedua nanti. Saya yakin visi misi dan nilai-nilai yang diperjuangkan AHY-Sylvi saat kampanye senada dengan apa yang ingin diwujudkan Anies-Sandi jika nanti terpilih," kata Fahira Idris melalui pernyataan tertulis yang diterima Suara.com, Kamis (16/2/2017).
"Kita sama-sama tegas tolak penggusuran dan reklamasi. Kita sama-sama punya ketegasan berantas miras dan kita punya komitmen merangkul semua warga Jakarta dan menghormati ulama,” Fahira menambahkan.
Fahira mengatakan bersama relawan beruntung berkesempatan mendukung sosok Agus dan Sylviana.
Bagi Fahira, baik Agus maupun Sylviana merupakan aset bangsa. Di masa depan, dengan ketokohan dan pengalamannya masing-masing mereka akan menjadi sosok yang berpengaruh di negeri ini, kata Fahira.
“Dengan sepenuh hati, rasa kagum dan hormat saya tidak akan luntur kepada Mas Agus dan Ibu Sylvi. Namun, perjuangan kita melepaskan warga Jakarta dari pengkotak-kotakan, ketidakberpihakan, dan ancaman bencana ekologis akibat reklamasi harus kita teruskan. Dan semua itu, saat ini kita gantungkan di pundak pasangan Anies-Sandi. Kita satukan suara umat, untuk tumbangkan kearoganisian,” kata Wakil Ketua Komite III DPD.
Fahira yakin jika pendukung Agus solid mendukung Anies-Sandiaga, keinginan warga Jakarta untuk hidup di kota yang lebih nyaman, manusiawi, dan memberi jalan kemudahan untuk menyelesaikan persoalan hidup sehari-hari akan terwujud.
“Saatnya kita warga Jakarta menunjukkan bahwa kitalah yang paling berhak menentukan wajah kota ini, bukan segelintir elit dan golongan,” kata Fahira.
Komentar
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?
-
Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan
-
Tim RIDO Laporkan KPU ke DKPP dan Minta Pemungutan Suara Ulang, Anies: No Comment!
-
Pilkada DKI: El Rumi Pilih Dharma-Kun, Soroti Masalah Kabel Listrik
-
Cak Lontong 'Ronda' Amankan Suara Pramono-Rano di Masa Tenang Pilkada
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal
-
50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS
-
Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab
-
Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi
-
Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM
-
Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya
-
Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden