Suara.com - Nama Khalid Masood mendadak terkenal setelah dia menyerang kawasan luar gedung parlemen Inggris di London, Rabu (22/3/2017). Khalid Masood ini adalah mantan narapidana.
Lelaki berusia 52 tahun itu menusuk sampai mati seorang polisi. Dia juga menabrak 3 warga sipil di depan gedung.
Semasa hidup Khalid Masood dikenal banyak nama samaran. Lahir 25 Desember 1964 di Kent Inggris, Masood pernah menetap di West Midlands di mana polisi bersenjata telah melancarkan beberapa serangan sejak serangan itu, menyerbu properti di kota Birmingham.
Tapi Masood tidak pernah dihukum karena kejahatan.
Sementara itu Perdana Menteri Theresa May mengatakan Inggris pernah diselidiki oleh dinas intelijen MI5 dalam kaitannya dengan kekhawatiran tentang ekstremisme kekerasan.
Masood menyewa mobil yang digunakan dalam serangan dari cabang Solihull Enterprise, di pinggiran Birmingham. Masood menyewa mobil itu dari seorang guru.
Menurut si guru, Masood adalah sosok yang baik.
"Dia adalah seorang pria baik," kata Iwona Romek, mantan tetangga mengatakan kepada Birmingham Mail.
Masood mempunyai istri dan anak yang masih kecil. Masood pun dilaporkan sudah 3 kali menikah. (AFP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan