Massa anti-Ahok mulai memadati Masjid Istiqlal, Jumat (5/5/2017). [Suara.com/Welly Hidayat]
Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung Ridwan Mansyur mengungkapkan empat poin aspirasi yang disampaikan perwakilan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI menyangkut persidangan kasus Basuki Tjahaja Purnama.
Pertama, GNPF mendukung pelaksanaan pedoman prinsip independensi hakim.
"Mereka mengharapkan dan mendukung penuh keadilan tidak tergerus persoalan yang memengaruhi hakim yang memeriksa dan mengutus perkara," ujar Ridwan di Gedung MA, Jalan Merdeka Medan Utara, Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2017).
Kedua, GNPF menginginkan majelis hakim sebagai benteng hukum harus menjatuhkan hukuma dengan mengedepankan keadilan.
"Sehingga mereka sangat mendukung penuh dan memberikan aspirasi bahwa putusan hakim membawa apa yang dikehendaki masyarakat yang benar dan adil," kata dia.
Ketiga, GNPF mendoakan majelis hakim memutuskan perkara Ahok dengan adil.
"Seluruh peserta aksi memberikan doa dukungan untuk majelis hakim dalam memeriksa dan memutus perkara ini dengan seraya menurut rasa keadilan masyarakat," kata Ridwan.
"Dan MA adalah benteng terakhir dari jalannya proses peradilan dan mendukung independensi agar masyarakat benar-benar memperoleh putusan yang memberikan keadilan bagi masyarakat. Pemberian keadilan ini merupakan amanat UU," katanya.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung selama sekitar satu jam siang tadi. Aksi GNPF hari ini sebagai reaksi menjelang sidang putusan kasus Ahok pada Selasa (9/5/2017).
Pertama, GNPF mendukung pelaksanaan pedoman prinsip independensi hakim.
"Mereka mengharapkan dan mendukung penuh keadilan tidak tergerus persoalan yang memengaruhi hakim yang memeriksa dan mengutus perkara," ujar Ridwan di Gedung MA, Jalan Merdeka Medan Utara, Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2017).
Kedua, GNPF menginginkan majelis hakim sebagai benteng hukum harus menjatuhkan hukuma dengan mengedepankan keadilan.
"Sehingga mereka sangat mendukung penuh dan memberikan aspirasi bahwa putusan hakim membawa apa yang dikehendaki masyarakat yang benar dan adil," kata dia.
Ketiga, GNPF mendoakan majelis hakim memutuskan perkara Ahok dengan adil.
"Seluruh peserta aksi memberikan doa dukungan untuk majelis hakim dalam memeriksa dan memutus perkara ini dengan seraya menurut rasa keadilan masyarakat," kata Ridwan.
"Dan MA adalah benteng terakhir dari jalannya proses peradilan dan mendukung independensi agar masyarakat benar-benar memperoleh putusan yang memberikan keadilan bagi masyarakat. Pemberian keadilan ini merupakan amanat UU," katanya.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung selama sekitar satu jam siang tadi. Aksi GNPF hari ini sebagai reaksi menjelang sidang putusan kasus Ahok pada Selasa (9/5/2017).
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib