Suara.com - Erman (67), ayah Keariyah, berharap Pemerintah Indonesia dapat menemukan dan memulangkan anaknya yang bekerja di Arab Saudi. Kaeriyah, perempuan berusia 46 tahun, hilang kontak dengan keluarga selama 11 tahun, sejak bekerja di Arab Saudi.
"Pak Jokowi, tolong pulangkan anak saya dan pertemukanlah saya dengan anak saya," kata Erman ketika mengadu ke Serikat Buruh Migran Indonesia, Indramayu, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Rabu (14/6/2017).
Erman menceritakan pada 2010, dia sering bolak balik ke Jakarta untuk mendatangi kantor Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia dan kantor Kementerian Tenaga Kerja untuk mengadukan permasalahan tentang anaknya, namun usahanya masih belum berhasil.
Ketua SBMI Indramayu Juwarih mengatakan akan berusaha membantu mencari keberadaan Kaeriyah dengan membuat pengaduan ke Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
"Alhamdulillah KBRI di Riyadh Arab Saudi, selama ini selalu merespon pengaduan dari pihak kami, semoga saja KBRI Riyadh cepat menemukan Kaeriyah, apalagi permasalahan ini di dukung dengan dokumen yang lengkap," katanya.
"Terhitung sejak akhir Desember 2006 hingga saat ini Kaeriyah bekerja pada majikannya kurang lebih sudah 11 tahun dan baru satu kali berkomunikasi dengan keluarga," kata adik kandung Kaeriyah, Liyatun (31).
Kaeriyah beralamatkan di Blok Widara, RR 6, RW 2, Desa Tegalmulya, Kecamatan Kerangkeng, Kabupaten Indramayu.
Menurut Liyatun, Kaeriyah direkrut PT. Alhijaz Indojaya, Cawang, Jakarta Timur, dan agen bernama Al-Arfag beralamatkan Lic, nomor 408 Dammam, Arab Saudi, pada Desember 2006.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Gubernur Khofifah Apresiasi, Pemprov Jatim Borong 3 Penghargaan UB Halal Metric Award 2026
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN