Suara.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengusulkan pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan untuk membatasi kepemilikan kendaraan roda empat atau mobil. Ini untuk mengatasi macet di Jakarta.
Saat ini Jakarta telah melakukan upaya untuk mengurangi kemacetan. Yang terbaru membangun jembatan Simpang Susun Semanggi untuk mengurai kemacetan di kawasan Semanggi. DKI juga memberlakukan gajil-genap.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah menilai itu belum cukup. Dia mengatakan aturan pembatasan kendaraan bermotor di Ibu Kota dirasa jadi solusi jitu.
"Mengurangi kendaran kita nggak bisa itu. Itu kebijakan pemerintah pusat. Kalau saya punya kewenangannya saya kurangin (kendaraan)," ujar Andri kepada Suara.com di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (8/8/2017).
Kemacetan yang menjadi 'makanan' sehari-hari warga Jakarta diharapkan bisa menjadi evaluasi pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk bisa membatasi kendaraan baru.
"Kita si maunya pemerintah pusat berani mengambil keputusan untuk membatasi kepemilikan (kendaraan). Khusuanya untuk kota-kota besar deh. Tapi kan kalau kita nggak punya kewenangan," kata Andri.
Sebelum pembatasan kendaraan dilakukan pemerintah pusat, satu-satunya cara yang dinilai cukup ampuh untuk mengurangi kendaraan di jalan Jakarta, kata Andri adalah menerapkan sistem jalan berbayar, atau electronic road pricing.
"Salah satu pembatasna mau tidak mau ERP harus bisa dilaksanakn. Dan menerapkan parkir yang sangat tinggi. Sehingga instrumen untuk mendorong ke angkutan masal bisa efektif," kata Andri.
"Sehebat apapun angkutan masal nggak ada instrumen untuk mendorong sama saja bohong. Itu yang bisa kita lakukan," Andri menambahkan.
Baca Juga: Bertemu BPTJ, Djarot Cari Solusi Atasi Kemacetan Jakarta
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat