Suara.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menanti sikap dari institusi masing terkait saling ancam untuk melaporkan ke penegak hukum antara KPK dan Komisi III DPR.
Ancaman ini dimulai dari Ketua KPK Agus Rahardjo yang melontarkan bahwa Panitia Khusus Angket DPR untuk KPK bisa dikenakan pasal obstruction of justice dan buntutnya Anggota Komisi III DPR Arsul Sani ingin melaporkan pernyataan tersebut ke Bareskrim Polri.
"Itu kan bukan pernyataan sikap resmi, belum nanti kita lihat kalau misalnya ada hal yang semacam itu kan pasti melalui rapat, ada tersurat, saya kira masih merupakan lontaran-lontaran, belum tentu itu merupakan tindakan, sejauh ini kan baru omongan," kata Fadli di DPR, Jakarta, Selasa (5/9/2017).
"Nanti kita lihat juga apakah omongan-omongan ini akan menjadi satu tindakan atau belum. Sejauh ini kan baru omongan-omongan saja, kalau sudah jadi tindakan baru tentu kita lihat secara aturan yang ada," Fadli menambahkan.
Yang pasti, kata dia, Pansus Angket DPR untuk KPK dibentuk sesuai aturan dan sudah disahkan di dalam lembaran negara. Sehingga tugas pansus ini tidak bisa diganggu karena hal itu bagian dari pengawasan dan dijamin oleh undang-undang.
Komisi III DPR berencana melaporkan Ketua KPK Agus Rahardjo ke Bareskrim Polri atas pernyataannya itu. Wacana ini muncul dari diskusi di internal Komisi III DPR dengan alasan tidak sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo yang disampaikan dalam rapat paripurna pada 16 Agustus.
"Wacana ini semakin menguat di internal Komisi III, untuk melaporkan Pak Agus Rahardjo ke Bareskrim Polri," kata Arsul, Senin (4/9/2017).
Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, pihaknya bisa menerapkan pasal Tipikor ke Pansus Angket DPR untuk KPK.
"Kemudian kita sedang mempertimbangkan, misalnya kalau begini terus, (pasal) obstructions of justice (merintangi penyidikan) kan bisa kita terapkan. Karena kita sedang menangani kasus yang besar selalu dihambat," ujar Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jumat (31/8/2017).
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Donald Trump Sebut Perjanjian Militer dengan Iran Sebagai Penyerahan Tanpa Syarat
-
dr Tifa Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Masih Sempat Ujian S3 FKUI dari Kantor Polisi!
-
Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Tim Hukum: Ini Tindakan Represif, Sarat Politik!
-
'Jika Asli Tak Akan Lama!' Roy Suryo Bantah Berkas Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Sudah P21
-
Mampir usai Satu Suro, Ajudan Ungkap Suasana Akrab Didit Prabowo dan Jokowi di Solo
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus