Suara.com - Rachel Herliani (11) ternyata sejak kecil sering mendapat kekerasan fisik dari nenek tiri, Kosiah (69). Sejak usia 1,5 tahun, Rachel tidak tinggal bersama orangtua. Dia dititipkan di rumah Kosiah di Gang Lebak I, RT 3, RW 5, Kelurahan Kebonwaru, Kecamatan Batununggal, Bandung, Jawa Barat.
"Sering dipukul sering. Disuruh sering juga. Makanya dianaiaya sejak dulu sejak ibunya ke Arab, dan saya tahu anak saya dikerasin juga dengar dari tetangga-tetangga neneknya itu kan kedengeran," kata ayah Rachel, Kusdinan, saat dihubungi Suara.com, Kamis (12/10/2017).
Rachel dititipkan di rumah nenek tiri lantaran ibunya menjadi ternaga kerja wanita di Arab Saudi, sedangkan Kusdinan merantau ke Jakarta.
Setiap bulan, Kosiah mendapatkan kiriman uang dari ibu dari Rachel. Uang tersebut untuk membiayai kebutuhan sehari-hari Rachel.
Belakangan terungkap, ternyata uang tersebut tidak digunakan untuk mengurus Rachel.
Rachel jarang masuk sekolah karena diminta untuk membantu kebutuhan nenek tiri di rumah.
Kusdinan mengatakan sebenarnya sudah lama mengetahui tindakan kasar Kosiah. Namun, dia tidak bisa berbuat banyak karena Kosiah melarangnya membawa Rachel pulang.
"Saya jenguk, tapi nggak dikasih bawa. Katanya kan ini anak udah dari kecil saya rawat masa nggak ada imbalannya," kata dia.
Kasus kekerasan terakhir ini membuat Kusdinan tak tahan lagi untuk tidak membawanya ke polisi. Betapa tidak, Kosiah menyelupkan wajah Rachel ke wajan yang tengah dipakai untuk menggoreng rengginang. Akibatnya, wajah Rachel melepuh.
Kosiah kemudian diciduk polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan. (Maidian Reviani)
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib