Suara.com - Setelah Djarot Saiful Hidayat melepaskan jabatan gubernur Jakarta, Sekretaris Daerah Saefullah untuk sementara menjadi pelaksana harian hingga pelantikan Anies Baswedan - Sandiaga Uno, Senin (16/10/2017).
Usai menjadi pelaksana harian gubernur, Saefulloh mengungkapkan pesan-pesan Djarot.
“Pak Djarot pesan, Saya titip Jakarta padamu. Kalau kata orang Jawa, kata titip itu artinya luas,” kata Saefulloh saat ditemui di acara pelepasan jabatan gubernur yang berlangsung di gedung Joeang 45, Jakarta Pusat, Minggu (15/10/2017).
Saefullah mengatakan Djarot ingin Jakarta tetap aman hingga pelantikan gubernur dan wakil gubernur yang baru.
“Pokoknya segala yang berkaitan dengan Jakarta yang sudah dijalankan selama lima tahun tolong dijaga. Reformasi birokrasi kemudian juga soal keterbukaan anggaran ya pokoknya semua yang baik-baik harus diperjuangkan dan dipertahankan bersama,” katanya.
Setelah tugas sebagai pemimpin Jakarta selesai, Djarot akan pergi ke Labuan Bajo bersama keluarga untuk istirahat sejenak. Politikus PDI Perjuangan ini menjabat gubernur menggantikan Basuki Tjahaja Purnama yang lengser setelah divonis bersalah dalam kasus penodaan agama.
Berita Terkait
-
Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan
-
Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat
-
Motorola Razr Fold Segera ke Pasar Asia, Bawa RAM 12 GB dan 16 GB
-
Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
-
Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal