Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terbaru, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, mengikuti prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Balai Kota DKI, Senin (16/10/2017), usai sebelumnya resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menyinggung opini Wajar Dengan Pengecualian yang diberikan Badan Pemeriksaan Keuangan atas laporan keuangan Pemerintah Provinsi Jakarta empat tahun berturut-turut (2013-2017).
"Saya ini mantan akuntan, jadi kalau buku laporan keuangan itu bukan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) saya galau, nggak bisa tidur," ujar Sandiaga di hadapan pegawai negeri sipil di Balai Kota Jakarta, Selasa (17/10/2017).
Opini WDP yang diberikan BPK terjadi pada saat Jakarta dipimpin Joko Widodo, kemudian digantikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan terakhir dipimpin Djarot Saiful Hidayat.
"Ini pasti fifty-fifty, pemegang saham itu bisa nerusin kerja saya sebagai direksi atau CEO," kata dia.
Ia berharap untuk pemerintah periode 2017-2022 mendapat opini WTP dari BPK.
Itu sebabnya, Sandiaga meminta Kepala Badan Pengelola Asetat Daerah Jakarta Achmad Firdaus memperbaiki persoalan aset.
"Kami punya target harus WTP. Karena kalau tidak bisa menghadirkan laporan keuangan yang baik nggak bisa akuntabel. Capaian di sini nggak bisa dipertanggungjawabkan secara tata kelola," kata dia.
"Saya ini mantan akuntan, jadi kalau buku laporan keuangan itu bukan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) saya galau, nggak bisa tidur," ujar Sandiaga di hadapan pegawai negeri sipil di Balai Kota Jakarta, Selasa (17/10/2017).
Opini WDP yang diberikan BPK terjadi pada saat Jakarta dipimpin Joko Widodo, kemudian digantikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan terakhir dipimpin Djarot Saiful Hidayat.
"Ini pasti fifty-fifty, pemegang saham itu bisa nerusin kerja saya sebagai direksi atau CEO," kata dia.
Ia berharap untuk pemerintah periode 2017-2022 mendapat opini WTP dari BPK.
Itu sebabnya, Sandiaga meminta Kepala Badan Pengelola Asetat Daerah Jakarta Achmad Firdaus memperbaiki persoalan aset.
"Kami punya target harus WTP. Karena kalau tidak bisa menghadirkan laporan keuangan yang baik nggak bisa akuntabel. Capaian di sini nggak bisa dipertanggungjawabkan secara tata kelola," kata dia.
Komentar
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah