Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno [suara.com/Dwi Bowo Raharjo]
Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno meminta Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi segera menyelesaikan masalah pembebasan lahan untuk pembangunan stasiun mass rapid transit, Jalan Haji Nawi, Jakarta Selatan.
"Karena itu tadi kami intruksikan kepada wali kota supaya dieksekusi, bebaskan lahannya pastikan proyek ini tidak berhenti," ujar Anies di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (20/102017).
Anies mengatakan jika penyelesaian proyek MRT tahap satu -- rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia -- melewati target akan menimbulkan masalah serius.
"Karena itu tadi kami intruksikan kepada wali kota supaya dieksekusi, bebaskan lahannya pastikan proyek ini tidak berhenti," ujar Anies di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (20/102017).
Anies mengatakan jika penyelesaian proyek MRT tahap satu -- rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia -- melewati target akan menimbulkan masalah serius.
Pemerintah Jakarta masih berseteru dengan empat pemilik lahan di Jalan Fatmawati. Dua orang di antaranya pemilik toko karpet Serba Indah dan Gramer Mandiri. Kasus tersebut sekarang ditangani Mahkamah Agung.
Pemilik lahan meminta pemerintah mengganti rugi Rp120 juta per meter, sementara pemerintah hanya bersedia mengganti lahan Rp30 juta per meter.
"Biaya menjadi lebih besar jika tidak dituntaskan secara bersamaan. Ongkos akan jadi besar sekali ini sebabnya kita bicarakan dan kami ingin pastikan bahwa ini untuk kepentingan publik," kata dia.
Dia mengingatkan moda transportasi baru Ibu Kota ditargetkan beroperasi Maret 2019.
"Ini bukan untuk kepentingan satu dua kelompok ini adalah kepentingan nasional, 173 ribu orang akan lewat jalur ini setiap hari dan kita ingin memastikan bulan Maret 2019 sesuai dengan perencana," Anies menambahkan.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Bukan Rugikan Negara Rp2,9 T, Pertamina Justru Untung Rp17 T dari Sewa Terminal BBM Milik PT OTM
-
Sidang Hadirkan Saksi Mahkota, Pengacara Kerry: Tidak Ada Pengaturan Penyewaan Kapal oleh Pertamina
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan