Suara.com - Ketua Komunitas Nelayan Tradisional Iwan Carmidi kecewa dengan keputusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menerbitkan surat keputusan berisi pencabutan moratorium proyek reklamasi Teluk Utara Jakarta.
“Moratorium dicabut itu jelas membuat nelayan sangat kecewa dan parah, karena sudah jelas-jelas reklamasi banyak pelanggaran,” kata Iwan kepada Suara.com, Rabu (25/10/2017).
Iwan menaruh harapan besar kepada Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno untuk menghentikan proyek.
Menurut Iwan, Anies dan Sandiaga memiliki kewenangan untuk menghentikan proyek karena mereka merupakan pemimpin Jakarta.
Komunitas Nelayan Tradisional, kata Iwan, tentu akan terus menerus menuntut Anies dan Sandiaga untuk memenuhi janji saat kampanye dulu. Menurut Iwan selain merusak lingkungan, reklamasi akan merampas mata pencarian nelayan tradisional.
“Kalau reklamasi lanjut lagi mata pencarian dirampas oleh reklamasi, dikeruk semua. Penghasilan nelayan udah bukan menurun lagi, tapi kerampas dan biota laut mati semua kena dampak dari pengurukan itu,” katanya.
Pada Kamis (5/10/2017), Surat Keputusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Nomor S-78-001/02/Menko/Maritim/X/2017 diterbitkan untuk mencabut moratorium reklamasi Teluk Utara Jakarta.
Dengan demikian, keputusan penghentian sementara reklamasi yang ditetapkan mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli pada 2016 sudah tidak berlaku lagi. Artinya, proyek reklamasi bisa dilanjutkan. (Maidian Reviani)
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Iran Sebar Video AI Yesus Pukul Kepala Donald Trump Sampai Jatuh ke 'Neraka'
-
8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti
-
Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen
-
Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja
-
Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1
-
Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari
-
PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian