Suara.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), bersama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menjemput kepulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Eko Wahyu Saputra (22) dari Taiwan, di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno Hatta, Banten, Jumát (10/11/2017).
Eko, yang telah dalam kondisi stabil diizinkan pulang kembali ke Indonesia oleh pihak rumah sakit di Taiwan setelah menjalani perawatan sejak 9 Juni 2017.
Oscar Abdurachman, perwakilan dari Direktorat Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN), Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, menjelaskan, Eko yang bekerja di pabrik pembuatan jaring ikan di Taiwan, tiba menggunakan pesawat China Airlines C1761, yang berangkat dari Taoyuan International Airport pukul 09.05 dan tiba di Bandara Soetta pukul 13.30 WIB.
"Kita tindaklanjuti KDEI yang memohon bantuan Kemnaker dan BNP2TKI terkait fasilitasi pemulangan TKI yang bersangkutan ke daerah asal dan mempersiapkan rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut. Kami siapkan Eko untuk menjalani perawatan di RS Polri, Kramat Jati, " kata Oscar, yang didampingi Kabag Pendapat Umum dan Pemberitaan (PUP) Biro Humas Kemnaker, Subhan.
Menurut Oscar, langkah penjemputan Eko tersebut menyusul penerimaan Brafax KDEI Nomor 08132/TK/KDEI/VIII/2017 pada 31 Agustus 2017, yang ditandatangani oleh Kepala KDEI Taipe, Robert J. Bintaryo, perihal fasilitasi pemulangan TKI yang sakit komplikasi, a.n. Eko Wahyu Saputra, Nomor paspor B4733845, dan menindaklanjuti surat kepala BP3TKI Lampung No.B.563/BP3TKI-Lampung/X/2017, tanggal 25 Oktober 2017.
Dalam kesempatan ini, Rifni Malik, ibu Eko Wahyu Saputra mengatakan bersyukur putranya telah kembali ke Indonesia.
"Alhamdulillah, anak kami, bisa pulang ke Tanah Air. Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu. Saya tak bisa membalasnya. Biarlah Allah yang membalas kebaikan semuanya," katanya.
Sebelumnya, Suyito, selaku orangtua Eko, memohon kepada Menaker Hanif Dhakiri untuk memulangkan anaknya yang tengah bekerja di Taiwan ke Indonesia. Sejak Juni 2017, Eko terkena serangan virus otak dan hingga kini masih dalam keadaan koma.
Suyitno (45), yang bekerja sebagai buruh tani di kampung Suka Mamur, Kecamatan Penawar Aji, kabupaten Tulang Bawang, Lampung terpaksa minta bantuan Kemnaker, karena keterbatasan ekonomi maupun pengetahuan.
"Saya hanyalah buruh tani di desa. Karena itu, saya mohon bantuan Menaker dan semua pihak yang dapat membantu kepulangan anak saya ke Indonesia, " kata Suyitno.
Sementara itu, Erika Dirut PT Pandu Abdi Pertiwi, yang merupakan Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS), menyebutkan, asuransi mitra TKI telah mencairkan dana pengobatan dan perawatan sebesar Rp39.967.532 dan digenapkan oleh PPTKIS menjadi Rp50 juta. Dana tersebut telah dikirimkan kepada agensi di Taiwan.
"Dari majikan Eko, perkumpulan gereja di Taiwan juga sudah memberikan bantuan dan diterima langsung oleh Rifni Malik (ibu Eko), " kata Erika.
Sedangkan biaya kepulangan Eko Saputra sebesar Rp199 juta, ditangani oleh PPTKIS dan agensi di Taiwan
Turut mendampingi Wahyu Eko, Kamar Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipe, Ferdinan Nababan (Pelaksana Tata Usaha BNP2TKI Serang) dan Kepala Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipe, Devriel Sogia Raflis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan