Suara.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendukung pernyataan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menyebutkan bahwa keong sawah merupakan sumber protein alternatif di tengah tingginya harga daging sapi saat ini.
Dukungan tersebut disampaikan Susi kepada media di kediamannya kompleks Widya Chandra, Jakarta, Selasa (5/12/2017).
"Keong sawah nutrisinya sangat tinggi. Kandungan gizinya sangat bagus. Kandungan lemaknya juga rendah. Saya dari kecil suka sekali makan keong sawah, apalagi bisa diolah dengan berbagai macam bumbu. Bisa nambah makan sampai 5 kali kalau makan dengan keong sawah," kata Susi.
Susi menyayangkan padangan masyarakat yang menganggap remeh keong sawah sebagai sumber protein. Berdasarkan UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, disebutkan bahwa kerang, cumi, udang, keong sawah dan sebangsanya termasuk jenis ikan yang masuk dalam program pemerintah untuk menambah gizi masyarakat.
Dari sisi kandungan gizi, keong sawah memiliki nilai protein sebesar 12 persen, kalsium 217 mg, rendah kolesterol, 81 gram air dalam 100 gram keong sawah dan sisanya mengandung niacin serta folat, energi, protein, karbohidrat, kalsium, phosfor, dominasi vitamin A dan vitamin E serta zat gizi makronutrien yakni zat protein dalam kadar yang tinggi dan zat mikronutrien yang berupa mineral dalam bentuk kalsium.
Susi mengakui saat ini keong sawah sulit ditemui di pasaran. Untuk itu, Susi berencana akan memasukkan keong sawah dalam program minapadi yang diusung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Kami akan masukkan keong sawah ke dalam program Minapadi. Keong sawah tidak merusak padi, bukan seperti keong mas yang merusak padi.Jadi win win solution bagi petani. Budidaya keong sawah juga bisa menambah pendapatan petani," ujarnya.
Di akhir wawancara, Susi mengingatkan masyarakat tentang keberagaman sumber protein yang dimiliki oleh Indonesia. Masyarakat diharapkannya bisa perlahan mengubah mindsetnya dalam pola konsumsi protein, dengan tidak hanya bertumpu pada daging sapi saja, tapi juga menghargai sumber protein lainnya.
"Saya ingin mengingatkan sumber protein kita itu banyak sekali. Bukan hanya daging sapi, tapi juga kerang, telur, ayam, dan terutama ikan. Kandungan protein tinggi tapi harga tidak semahal daging sapi. Ayo kita makan ikan!" kata Susi. [advertorial]
Berita Terkait
-
Terpopuler: Kemewahan Toyota Fortuner 2006, Garasi Komisaris Bank BJB Susi Pudjiastuti
-
Resmi! Susi Pudjiastuti Diangkat Jadi Komisaris Utama Bank BJB, Berapa Gajinya?
-
Sah Jadi Komisaris Bank BJB, Isi Garasi Otomotif Susi Pudjiastuti Cukup Nyentrik
-
Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB
-
Benteng Terakhir Pesisir: Mengapa Zona < 1 Mil Harus Dilindungi Total
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang
-
Klaim Perdamaian Baru Versi Trump: Iran Setuju, Hormuz Dibuka, Nuklir Dibatasi
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis