Suara.com - Ternyata memang benar, ada anggota polisi yang mengawal mobil B 12 DP milik penyanyi dangdut Dewi Perssik dan suaminya, Angga Wijaya, ketika hendak menerobos jalur bus Transjakarta di depan Pejaten Village (arah Ragunan), Jakarta Selatan, pada Jumat (24/11/2017).
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Halim Pagarra dulu membantah ada anggota polisi lalu lintas mengawal mobil Dewi Perssik, tetapi ketika dikonfirmasi lagi, hari ini, dia mengakuinya. "Iya hanya secara lisan, ketemu di jalan."
Halim sudah mengetahui nama anggota polisi yang mengawal mobil Dewi Perssik, tetapi tak menyebutkannya ketika diwawancara wartawan.
Halim mengetahuinya dari pengacara Dewi Perssik, Maha Awan Buana.
Anggota polisi itu diminta mengawal dengan alasan Dewi Perssik dan suami buru-buru hendak mengantarkan asisten ke rumah sakit karena mengalami sesak nafas.
"Jadi pelaksanaannya itu ketemu di jalan, minta dibantu untuk (dikawal) ke rumah sakit," ujar Halim.
Tapi Halim membantah kalau anggota polisi lalu lintas pada waktu itu yang mengarahkan mobil Dewi Perssik menerobos jalur bus Transjakarta. "Mobil (Dewi Perssik) kencang, jadi anggota ketinggalan."
Halim sedang mendalami kasus ini. Penyidik akan memanggil anggota polisi dan pengacara Dewi Perssik.
"Saya mau panggil dia ulang, saya mau ketemu berdua (anggota polisi dan pengacara Dewi Perssik)," kata Halim.
Kasus tersebut mengemuka gara-gara petugas portal jalur Transjakarta, Harry Maulana Saputra, melapor ke polisi setelah cekcok mulut dengan orang yang berada di dalam mobil Dewi Perssik yang meminta diberi jalur.
Halim juga menjelaskan prosedur warga minta pengawalan petugas polisi. Biasanya, mereka mengajukan terlebih dulu lewat tertulis. Tapi dalam situasi darurat, warga dibolehkan langsung minta dikawal. Situasi darurat yang dimaksud, misalnya kecelakaan atau mengantar orang ke rumah sakit.
"Kalau sangat penting urgent, siapapun masyarakat boleh minta bantuan. Kalau ada kecelakaan, kami kawal. Orang sakit, urgent itu yang kami kawal," kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Usai Bikin Dewi Perssik Marah, Aldi Taher Akui Salah dan Minta Maaf
-
Geram Anaknya Dijadikan Bahan Pencitraan, Dewi Perssik Semprot Aldi Taher: Bukan Konsumsi Medsos
-
Deretan Artis Pernah Rasakan Totok Sirih Ferizka Utami, Kini Ramai Dikecam soal Pijat Bayi
-
Momen Ibu Dewi Perssik Bagi-Bagi THR Rp15 Ribu Viral hingga Dicibir, Sosok Penyebar Video Terungkap
-
5 Fakta Kasus Nama Dewi Perssik Dicatut Akun Centang Biru, Diduga Raup Untung Besar
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
WN Australia Pimpin Anak Usaha Danantara, PDIP: Jangan Sampai Bangsa Sendiri Tersingkir
-
Komplotan Penipu Kuras ATM dan Perhiasan Lansia di Hotel Harris Kelapa Gading, 20 Kartu ATM Disita
-
Lepas 1.105 Peserta, Menaker: Magang Nasional Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda
-
Pelecehan Verbal Dominasi Laporan Kasus Kekerasan Seksual Dosen UPN Veteran Yogyakarta
-
Narapidana Kuliah dari Balik Jeruji, Hak Pendidikan atau Privilege?
-
Sempat Lumpuh Total, Jalur Stasiun Pasar Senen Akhirnya Pulih Usai 2 Kereta Tergelincir Berbarengan
-
KPK Dalami Dugaan Aliran Duit dari Wakil Ketua PN Depok
-
Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Tak Hanya Fokus Pendidikan, Orang Tua Siswa Diberdayakan
-
Ini Sudah Jadi Teror! DPR Dukung Aparat Tembak Begal di Tempat
-
DPR Bantah Menteri HAM Soal Larangan Tembak Begal: Polisi Tak Boleh Ragu Bertindak