Suara.com - KPK mendapat anggaran negara sebesar Rp849,5 miliar untuk tahun 2017. Dari jumlah tersebut, KPK menghabiskan Rp780,1 miliar atau sekitar 91,8 persen untuk biaya operasional sepanjang tahun ini.
Hal itu disampaikan Ketua KPK Agus Rahardjo saat konferensi pers kinerja KPK Tahun 2017 di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2017).
"Anggaran itu digunakan untuk pembangunan Gedung Merah Putih yang kini telah dijadikan kantor KPK,” kata Agus.
Gedung Merah Putih juga dibangun bersamaan dengan gedung penunjang lainnya. Dalam gedung penunjang tersebut, dibangun juga rumah tahanan (rutan) untuk para tersangka kasus korupsi.
"Diresmikan pada 6 Oktober 2017 KPK terdiri atas 2 lantai yaitu lantai dasar dan mezzanine (tambahan) dengan kapasitas cabang rutan total sejak saat itu 37 tahanan," terangnya.
Agus menjelaskan, dana Rp780,1 miliar tersebut juga digunakan untuk menggaji 1.557 pegawai KPK, ditambah pegawai baru yang baru direkrut melalui program “Indonesia Memanggil”.
"Komposisi pegawai terbesar berada pada kesekjenan 661 pegawai atau 42,45 persen, diikuti kedeputian penindakan total 352 pegawai atau 22,61 persen, termasuk di dalamnya 56 penyelidik. 93 penyidik terdiri atas 45 penyidik tetap dan 48 penyidik PN Polri dan 83 penuntut umum," terangnya.
Baca Juga: Catatan AJI 2017: Ada Fakta Mengkhawatirkan soal Pers Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat