Warga berduyun-duyun mendatangi makam. Mereka penasaran dengan apa yang telah terjadi. Tak lama kemudian, polisi datang.
"Ini saya nggak nyangka mas. Baru pertama kali ini. Saya sudah dari tahun 1990 jadi penggali kubur. Ini baru saya temuin di sini," ujar Alimin.
Tunawisma
Nama lengkapnya M Hendra Solahi. Dia lahir tahun 1970. Wafat 28 Desember 2017. Hendra seorang tunawisma. Dia sering bantu-bantu membersihkan musala dekat kuburan.
Alimin teringat 27 Desember 2017. Waktu itu, dia bersama dua rekannya menggali liang lahat untuk menguburkan jenazah temannya itu. hari itu tak ada firasat apa-apa. Proses penggalian tanah berlangsung lancar.
"Baik - baik aja. Saya kaget kok bisa kayak gini," kata Alimin.
Sudah beberapa bulan terakhir, Hendra sering tidur di musala dekat kuburan. Pada waktu Suara.com datang ke kuburan, beberapa anak sedang bermain.
"Ya, tempat main kami ini sama teman-teman. Biasa buat main lari-larian di sini (pemakaman)," kata Rifki (14).
Anak-anak itu mengenal Hendra. Di mata mereka, Hendra orang baik. Saking baiknya, mereka tak merasa takut dengan kuburan Hendra.
Baca Juga: Pindah ke Chelsea, Eks Pemain Everton Pakai Nomor Milik Lampard
"Ya, tahu ada kejadian itu bang. Tapi nggak takutlah. Yang meninggal orang baik kok, suka main juga sama anak-anak di sini."
Asbi (14) bilang Hendra setiap sore bermain dengan anak-anak. Anak-anak memanggilnya Bang Capung.
Bang Capung yang dikenal jago menggambar.
"Suka bercanda sama kita di sini. Kan dia baik. Suka gambar di kertas gambar binatang sama Doraemon bagus," ujar Asbi.
Mendiang Hendra pernah mempelajari ilmu kebatinan semasa hidupnya. Hal itu diketahui setelah polisi meminta keterangan keluarga almarhum.
"Almarhum (M Hendra) selama hidupnya pernah berguru menuntut ilmu kebatinan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangsel Ajun Komisaris Alexander Yurikho kepada Suara.com melalui keterangan tertulis, Jumat (5/1/2017).
Hendra meninggal dunia karena mengalami sakit. Keluarga kemudian menguburkan jenazah pria lulusan SMA itu di Pemakaman Taman Abadi RT 2, RW 3, Ciputat, Kota Tangerang Selatan pada Kamis (28/12).
Menurut Alexander, sehari kemudian, warga melihat kuburan almarhum telah dibongkar. Saat diperiksa, kondisi tiga buah papan penutup kuburan tersebut telah terbuka.
Kasus langka
Sudah memasuki satu pekan, polisi belum bisa mengungkap kasus pencurian tali pocong dan nisan makam Hendra.
"Penyelidikan masih berjalan," kata Alexander.
Alexander mengatakan kasus tersebut termasuk langka. "Ini baru pertama kali."
Polisi sudah menginterogasi 11 saksi. Tetapi, misteri hilangnya tali pocong dan nisan belum terpecahkan.
"Yang kami periksa warga sekitar makam dan keluarga almarhum," kata Alexander.
Berita Terkait
-
Tali Pocong Dicuri, Semasa Hidup Hendra Berguru 'Ilmu Hitam'
-
Makam di Ciputat Dibongkar Orang Misterius, Tali Pocong Hilang
-
Geger Maling Kuburan, Tali Pocong dan Gelu Jenazah Aminah Raib
-
Coba Maling Kuburan Usai Ngaben, Pelajar di Bali Dibekuk Warga
-
Tak Punya Uang, Kakek Ini Sahur dan Buka Puasa Pakai Air Putih
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan