Suara.com - DPP PDI Perjuangan mendeklarasikan enam calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan diusung dalam Pilkada Serentak. Deklarasi ini disampaikan langsung oleh Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1/2018).
Tiba di kantor DPP PDIP, Megawati yang didampingi Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristyanto, tampak mengenakan baju dan celana berwarna hitam.
Hasto mengatakan, kostum hitam yang dikenakan Megawati dan dirinya sebagai simbol kerja keras. Selain itu, dengan kostum serba hitam tersebut ia ingin menunjukkan situasi dan dinamika politik jelang Pilkada serentak yang memprihatinkan.
"Sengaja kami gunakan baju hitam, karena hitam ini adalah salah satu watak partai bekerja keras, tetapi juga bentuk keprihatinan kami. Ibu Ketum pakai baju hitam, saya juga pakai baju hitam," kata Hasto.
Menurut dia, menjelang Pilkada serentak politik negatif saling menyerang terhadap bakal calon sudah terlihat.
"Bagaimana politik hitam baru awal mau mulai Pilkada sudah bertiup begitu kuatnya, karena simbolisasi itu juga kami lakukan," ujar dia.
"Di Lenteng Agung ini kami tegaskan kembali kesejatian tekad dari PDIP untuk melahirkan pemimpin yang merakyat".
Sementara itu, enam calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan diusung oleh PDIP adalah Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat.
Baca Juga: Megawati dan Para Kyai pun Menangis Dengar Azwar Anas Mundur
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat