Suara.com - Fransiska Kumalawati Susilo kembali melaporkan Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno ke Polda Metro Jaya. Sandiaga dilaporkan tentang kasus dugaan pemalsuan atau menyuruh memasukkan keterangan palsu dalam penjualan sebidang tanah.
"Iya betul (kami terima laporan)," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, hari ini.
Menurut catatan, ditambah yang sekarang, berarti Sandiaga sudah tiga kali dilaporkan Fransiska ke Polda Metro. Dua kasus sebelumnya (dugaan penggelapan dan dugaan pemalsuan kwitansi), laporan Fransiska sebagai penerima kuasa dari Edward Soeryadjaja dan Djoni Hidayat. Ketiga laporan masih berkaitan dengan penjualan tanah PT. Japirex di Curug Raya, Tangerang Selatan, Banten, pada 2012.
Polisi masih memproses semua laporan. Polisi belum dapat memastikan apakah ketiga laporan akan disatukan atau tidak.
Fransiska juga melaporkan Andreas Tjahjadi. Andreas ini dulu rekan bisnis Sandiaga. Fransiska menganggap mereka menyalahi aturan atas penjualan tanah.
"Surat pelepasan hak isinya jelas, bahwa tanah tersebut tetap atas nama pihak pertama. Jadi hanya untuk dipergunakan bukan untuk dibalik nama maupun diperjualbelikan," kata Fransiska.
Dalam kasus dugaan penggelapan, polisi sudah menetapkan Andreas sebagai tersangka. Sedangkan status Sandiaga dalam dua kasus sebelumnya masih sebagai saksi.
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!