Suara.com - Tiga tuntutan sopir taksi daring dikabulkan Presiden RI Joko Widodo. Tiga tuntutan tersebut ialah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan umum, dicabut, memaksa pihak aplikator untuk menjadi perusahaan transportasi online dan menolak koperasi badan usaha apapun bentuknya.
Usai melakukan pertemuan dengan Staff Kepresidenan Muldoko di Istana Negara, ketiga tuntutan tersebut akhirnya dikabulkan.
Ari Asari selaku perwakilan dari koordinator Aliando Pusat menegaskan jika Permen 108 dibatalkan.
"Semua isi mengenai keterangan lebih jelasnya silahkan tanya ke Menteri," ujar Ari di Taman Pandang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (28/3/2018).
Ia menyampaikan rencananya peraturan itu dibatalkan dan akan dibuatkan sebuah peraturan baru yang driver online.
"Kami kan dilibatkan dalam perumusannya. Tidak ada interpensi dari pengusaha tidak ada interpensi dari semuanya. Kita dilibatkan dengan duduk. Alhamdulillah perjuangan kita berhasil. Jadi, dibatalkan mulai hari ini," ungkapnya.
Tiga perwakilan yang masuk tadi, disebutkan Ari bernama Andrian Mulya putra dari perwakilan Bogor, Bayu dari Jogja dan Wahyu.
Berita Terkait
-
Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
-
Siasat Jokowi Mati-matian untuk PSI, Ambisi Tiga Periode atau Sekoci Politik Keluarga?
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Irit yang Masih Sangat Layak Dipakai Driver Online
-
Jokowi 'Mati-matian' Bela PSI: Bukan Sekadar Dukungan, Tapi Skema Dinasti Politik 2029
-
Jokowi Turun Gunung, Bakal Pidato Perdana Sebagai Ketua Dewan Penasehat di Rakernas PSI
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan
-
Operasi Pekat Jaya Sepekan, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Pelaku Tawuran, 56 Sajam Disita
-
Telak! Baru 7 Hari Dilantik Menkeu Purbaya, Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagsel Diciduk KPK
-
Prabowo Naikkan Gaji Hakim untuk Cegah Penegak Hukum Korupsi, Eks Ketua KPK: Tak Sesederhana Itu
-
Saat 16 Ormas Sepakat RI Gabung BoP, Israel Masih Terus Serang Palestina
-
Ciduk Kepala Pajak Banjarmasin Lewat OTT, KPK Sita Duit Tunai Lebih dari Rp1 Miliar
-
Buntut Siswa SD di NTT Bunuh Diri, Komisi X DPR Bakal Panggil Mendikdasmen Pekan Depan
-
Abraham Samad Akui Minta Prabowo Agar 57 Eks Pegawai Gagal TWK Abal-abal Kembali ke KPK
-
Kapolres Ngada Ungkap Kematian Bocah 10 Tahun di NTT Bukan Akibat Ingin Dibelikan Buku dan Pena
-
Pramono Optimis Transjabodetabek Rute Soetta Bakal Diserbu: Bayar Rp3.500, Siapa yang Nggak Mau?