Suara.com - Sam Aliano yang mendeklarasikan diri sebagai bakal calon Presiden menyebut nama janda Ahok, Veronica Tan, dan nama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk menjadi bakal calon wakil presiden.
Namun, pria keturunan Turki yang mengaku sebagai pengusaha ini belum menjalin komunikasi untuk meminta persetujuan Veronica maupun Susi.
“Kami sedang berjuang dan terus bangun komunikasi,” kata Sam usai deklarasi Capres 2019 di Gedung Juang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/4/2018).
Sam saat Pilkada DKI 2017 lalu masuk dalam kelompok yang anti Basuki Tjahaja Purnama alis Ahok, yang ketika itu menjabat calon gubernur petahana.
Walau politiknya berseberangan dengan mantan suami Veronica, Ia menilai janda Ahok tersebut cocok sebagai cawapres dirinya.
“Kita tidak boleh mencampuradukkan masalah dulu dengan sekarang. Veronica ini sosok yang baik, saya lihat dia bawa hoki. Saya menilai dia pilihan terbaik, kalau dia mau,” tuturnya.
Begitu pula dengan Susi, dia juga memuji Menteri Kelautan dan Perikanan itu sebagai tokoh yang berpengaruh dan berani.
Namun, persoalannya, Susi pernah menyatakan tak mau menjadi cawapres ketika namanya masuk dalam jajak pendapat sejumlah lembaga survei.
“Kalau Ibu Susi, saya yakin waktu akan berubah, walaupun dia bilang belum mau dicalonkan sebagai cawapres. Kalau rakyat menghendaki nanti akan berubah,” tuturnya.
Baca Juga: Jennifer Dunn Minta Dibawakan Nasi Pecel, Ngidam?
“Tapi saya belum mutuskan yang mana (Veronica atau Susi),” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli