Suara.com - Peristiwa bom bunuh diri yang mengguncang Surabaya beberapa waktu lalu benar-benar membuat Wali Kota Tri Rismaharini terpukul berat. Ia pun memutar otak mencari cara bagaimana Kota Pahlawan serta warganya aman dan tenang dari ancaman teroris.
Atas dasar itu, perempuan yang akrab disapa Risma ini kemudian menciptakan program khusus melalui aplikasi yang diberi nama Sipandu. Sipandu merupakan kepanjangan dari Sistem Informasi Pantauan Penduduk.
Aplikasi Sipandu disebut bisa ampuh mencegah berkembangnya teroris di Surabaya.
Program ini ini nantinya diperuntukkan bagi para Ketua RT dan Ketua RW, guna meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kota secara langsung.
Risma pun berharap para ketua RT maupun RW bisa membantu program ini terlaksana dengan lancar.
"Setelah ini, kami akan langsung turun ke tingkat kelurahan-kelurahan untuk sosialisasikan program ini," ujar Risma di Surabaya, Jumat (25/5/2018).
Aplikasi Sipandu kini bisa didapat di Play Store secara gratis.
Aplikasi ciptaan Risma ini pun menuai acungan jempol dari Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan. Aplikasi Sipandu ke depan bisa membantu keamanan lingkungan.
"Dengan adanya aplikasi ini, perangkat kampung bisa memberikan laporan langsung pada pemerintah. Dengan begitu, membatasi ruang gerak serta perkembangan teroris juga," ucap Rudi. (Dimas Angga P)
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin