Suara.com - Para pemudik yang menggunakan sepeda motor mulai melintasi ruas Jalan Raya Cileunyi-Nagreg, Kabupaten Bandung, Sabtu (9/6/2018) siang.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Posko Induk Nagreg, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung mencatat pengguna sepeda motor yang melintasi Nagreg mencapai 9.351 kendaraan hingga pukul 12.00 WIB.
Jumlah tersebut meningkat dibanding pada hari normal maupun pada Jumat (8/6/2018) yang mencapai 7.033 dari pukul 00.00 hingga 12.00 WIB.
Sementara kendaraan lain seperti mobil pribadi, pick up, yang melintas melintasi Nagreg mencapai 8.252 kendaraan dalam periode waktu yang sama.
Salah satu pengendara bermotor asal Bandung menuju Tasikmalaya, Aan Sudrajat (36), mengatakan ia bersama keluarganya mudik lebih cepat untuk menghindari kemacetan yang biasa terjadi di Nagreg.
Sejak awal ia memprediksi kepadatan di Nagreg akan terjadi pada Selasa atau Rabu dan pada Sabtu tidak akan ada antrean kendaraan.
"Pas lewat Nagreg, bener, kan? ga macet. Lancar pisan (banget) ini mah," ujar Aan saat ditemui saat beristirahat di salah satu posko mudik di Jalur Nagreg, Sabtu.
Hingga siang pukul 15.40 WIB, tidak ada antrean apapun di Jalan Nagreg menuju ke wilayah Garut maupun Tasikmalaya. Hanya saja, kemacetan dari Bandung mengarah ke wilayah timur Jabar terjadi di Bundaran Cibiru hingga akan menuju Cileunyi, kemudian di pasar tumpah Kahatex, Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan