Suara.com - Pesta demokrasi dengan calon pasangan tunggal menjadi sorotan negara asing. Salah satunya adalah Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Tangerang. Tercatat ada 40 perwakilan negara asing datang ke Indonesia untuk mempelajari Pilkada Serentak di tanah air.
Dari pantauan Suara.com di Tangerang, rombongan perwakilan negara asing mendatangi sejumlah tempat pemungutan suara (TPS). Salah satunya di TPS 1, Kampung Berkelir, Kelurahan Babakan, Tangerang, Banten.
Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Afifudin mengatakan, kegiatan tersebut berkaitan dengan program untuk mengajak sejumlah delegasi negara tetangga memantau proses pelaksanaan Pemilu di daerah calon tunggal.
"Kita pilih Tangerang salah satunya sebagai pembelajaran, karena di sini calon tunggal. Nantinya mereka (perwakilan negara asing) akan kami minta juga mendiskusikan hasil dari studi banding ini. Di sini juga kita minta mereka perhatikan proses penyelenggaraan dan pemilihannya," kata Afifudin, Rabu (27/6/2018).
Sejumlah negara yang ikut memantau proses Pilkada di Tangerang seperti dari Australia, Timor Leste, Amerika Serikat, Srilangka, Filipina dan Thailand.
Salah seorang perwakilan Australia, Ayoana mengatakan, pemilihan dengan satu calon pemimpin tersebut disebutnya sangat unik dan menjadikan pembelajaran baru sebagai bentuk demokrasi.
"Bagus, saya juga belajar bagaimana prosesnya dan di sini juga satu pasangan calon, kita banyak belajar dan nanti akan didiskusikan," kata dia.
Untuk diketahui total jumlah suara di Kota Tangerang kurang lebih 1 juta penduduk yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). (Anggy Muda)
Baca Juga: Usai Nyoblos di Bojong Koneng, Prabowo Acungkan 3 Jari
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Mahfud MD Klarifikasi Video Viral 'Reformasi Jilid 2' di Agustus Ini, Ini Fakta di Baliknya
-
BPS Ungkap Biang Kerok RI Deflasi Juli 2026
-
Berlatar London Abad ke-19, Film ke-46 Doraemon Tayang Musim Semi 2027
-
Siapkah Indonesia Terapkan E-Voting di Pemilu 2029? Ini Syarat Mutlak dari Komisi II DPR RI
-
Sayembara Tangkap Begal Disorot, Kini Dedi Mulyadi Ajak Warga Buru Penjual Tramadol
-
Ekspor Komoditas Mengandung Logam Tanah Jarang Diizinkan Kembali, Aturan Masih Disusun
-
Komisi II: Relaksasi Belanja Pegawai Lebih 30 Persen Masih Diperbolehkan
-
Daya Beli Masyarakat Rontok, RI Alami Deflasi 0,14 Persen
-
Ibu Hamil Tewas Dibom Israel di Gaza, Nyawa Satu Keluarganya Juga Melayang
-
Polda Metro Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat PM Thailand Melintas, Ini Daftar Jalannya