Suara.com - Warga RW 11 Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung antusias mengikuti Pilgub Jawa Barat (Jabar) 2018. Sebagian besar warga di daerah ini merupakan korban penggusuran karena wilayah tersebut akan dibangun menjadi Rumah Deret (Rudet) oleh Pemkot Bandung.
Ketua TPPS TPS 20, Rindan Ramdani (35) yang juga Ketua RW 11 mengatakan, dari 397 pemilih, hampir lebih 50 persen pemilih sudah menyumbangkan suaranya hingga pukul 11.00 WIB.
"Yang sudah datang sekitar 275 lebih lah, hampir semua yang datang," kata Rindan, Rabu (27/6/2018).
Meskipun sudah tidak tinggal di dekat TPS, akan tetapi para warga korban penggusuran tetap antusias menggunakan hak pilihnya baik untuk Pilgub 2018 maupun Pilwalkot 2018.
"Warga yang digusur rata-rata sekarang ngungsi di sekitar RW 11. Ada juga yang jauh mau ke sini tetep nyoblos," ujarnya.
Sebagai salah satu warga RW 11, ia mengharapkan siapapun gubernur atau wali kota yang terpilih agar lebih memperhatikan nasib warga korban penggusuran.
Sebab, proses penggusuran tersebut masih tersendat dikarenakan adanya sejumlah warga yang belum setuju dengan perjanjian kompensasi dari pemerintah.
"90 rumah, yang sudah kebongkar 80 rumah. Yang belum kebongkar itu yang masih menolak kompensansi," kata dia.
Rindan mengaku, warga RW 11 selalu mendukung program pemerintah, asalkan nantinya program tersebut dapat memiliki prospek yang baik bagi kesejahteraan warga.
Baca Juga: SBY Singgung Netralitas Polisi dan TNI: Yang Kalah, Lapang Dada
Menurut dia, satu-satunya Cagub Jabar yang datang ke lokasi penggusuran saat kampanye hanya Deddy Mizwar dan calon Wali Kota Nurul Ariefin. Sedangkan Cagub Ridwan Kamil atau calon lainnya tidak pernah datang ke lokasi saat kampanye.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok