Suara.com - Seorang calon jamaah haji asal Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Lanre (80) terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah tiba di asrama Haji Sudiang, Kota Makassar, Selasa (17/7/2018) siang.
Lanre diketahui merupakan jamaah kloter 2 embarkasi Makassar yang tergabung bersama 257 calon jemaah haji (CJH) asal Soppeng. Namun sesaat setelah tiba di asrama haji, kondisi Lanre turun dan pingsan.
Jamil (30), salah satu kerabat Lanre yang ditemui di poliklinik asrama haji mengatakan, sejak tiba pagi tadi, kondisi kesehatan kakek 80 tahun itu menurun. Diduga Lanre kelelahan karena perjalanan lima jam dengan angkutan darat dari Soppeng ke Makassar.
"Bapak kecapekan berangkat tadi malam. Selain itu, bapak juga mengidap diabetes, jantung dan hepatitis. Bapak sudah tidak diikutkan di mobil rombongan karena lemah fisiknya," kata Jamil.
Menurut Jamil, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim medis asrama haji, dan kemungkinan keberangkatan Lanre ke tanah suci bakal menunggu kesehatannya membaik.
Selain Lanre, satu jamaah lainnya, Daru (68) juga terpaksa dilarikan ke poliklinik lantaran mengalami gangguan saluran urine. Tim medis akhirnya memberi penanganan dengan memasukkan selang ke saluran urine.
"Saya dirawat tadi karena susah kencing. Tidak bisa keluar," kata Daru.
Untuk diketahui, jumlah CJH kloter 2 yang bakal berangkat besok yakni sebanyak 455 orang yang berasal dari lima daerah di Sulsel. Rinciannya, asal Soppeng 257 orang, Palopo 110 orang, Toraja 35 orang dan Toraja Utara 20 orang. (Lirzam Wahid)
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
-
MSCI Buka Suara Usai Diskusi dengan BEI, OJK dan KSEI Perihal IHSG
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
Terkini
-
Pakar Hukum Pidana Nilai Kotak Pandora Kasus-kasus Korupsi Bakal Terbuka Jika Riza Chalid Tertangkap
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Ulang Paulus Tannos, Buronan e-KTP yang Nekat Ganti Identitas
-
Indonesia Jadi Penjual Rokok Terbanyak ASEAN, Dokter Paru Ingatkan Dampak Serius Bagi Kesehatan
-
Polda Metro Jaya Klarifikasi Pandji Pragiwaksono Terkait Kasus Mens Rea Jumat Ini
-
Momen Pramono Tertawa Lepas di Rakornas, Terpikat Kelakar Prabowo Soal '2029 Terserah'
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
-
Diprotes Warga Srengseng Sawah, Pemprov DKI Jakarta Siap Evaluasi Izin Party Station
-
Kembali Jadi Tersangka, Ini Daftar Hitam Kasus Hukum Habib Bahar bin Smith