Suara.com - Kepala Kepolisian Resor Pangkep, Sulawesi Selatan, Ajun Komisaris Besar Bambang Wijanarko dicopot dari jabatannya, lantaran diduga melanggar kode etik karena berselingkuh.
"Karena diduga melakukan pelanggaran disiplin yaitu ada dugaan selingkuh," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Muhammad Iqbal di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (12/7/2018).
Iqbal mengatakan, Polda Sulsel telah menggelar penyelidikan mengenai dugaan perselingkuhan Kombes Bambang.
"Laporan dari polda, setelah melakukan identifikasi sementara untuk pemeriksaan lebih lanjut, kapolres dimutasikan. Sementara mutasi kapolres adalah kewenangan Mabes Polri," kata Iqbal.
Berdasarkan informasi yang terhimpun, Bambang diduga berselingkuh dengan stafnya. Kasus itu mencuat setelah terdapat Surat Telegram Rahasia Kapolri nomor ST/1679/VII/KEP./2018 per tanggal (6/7/2018) kepada Polda Sulawesi Selatan, untuk memutasi Bambang.
Bambang sementara dimutasikan sebagai perwira menengah (Pamen) dalam rangka pemeriksaan lebih lanjut.
Jabatan Bambang sebagai Kapolres Pangkep, digantikan oleh Ajun Komisaris Besar Tulus Sinaga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu