Suara.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menghadiri acara GNPF Ulama di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat, Jumat (27/7/2018). Prabowo mengenakan pakaian ciri khas berwarna cokelat.
Prabowo hadir di hotel itu saat Magrib, sekitar pukul 18.15 WIB. Ia datang menggunakan mobil pribadinya.
Setibanya di lobi hotel, Prabowo langsung melayangkan hormat kepada panitia penyambut, juga para awak media.
Namun, Prabowo enggan memberikan pernyataan apa pun terkait acara tersebut. Prabowo langsung naik ke lantai atas hotel, dikawal ajudan pribadinya.
Selang lima menit, hadir pula anggota Majelis Syuro Ahmad Heryawan. Gubernur Jawa Barat tersebut datang mengenakan batik bernuansa biru lengkap dengan peci hitamnya.
Serupa dengan Prabowo, Aher—sapaan akrab Ahmad Heryawan—enggan memberikan pernyataan kepada jurnalis.
"Nanti ya, salat Magrib dulu," kata Aher.
Untuk diketahui, GNPF menggelar acara ijtimak ulama di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat, Jumat (27/7/2018). Acara tersebut akan dihadiri ratusan ulama.
Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak menegaskan, tujuan digelarnya acara tersebut bukan karena pesanan untuk mendukung salah satu calon presiden.
Baca Juga: Polusi Udara di Jakarta Tertinggi di Dunia, Anies: PR Kita Semua
Acara itu murni digelar untuk memberikan ruang kepada para ulama membahas seputar permasalahan negara.
Rencananya, apabila calon rekomendasi para ulama dan tokoh nasional terpilih sebagai Presiden 2019, ulama dan tokoh nasional akan mendampingi dan ikut mengawal jalannya pemerintahan. Adapun niat ke depannya, para ulama dan tokoh nasional masuk ke dalam kabinet pemerintahan.
Untuk diketahui, acara tersebut berlangsung selama dia hari, Jumat hingga Sabtu, 27-29 Juli 2019. Acara itu akan dihadiri 600 ulama dan tokoh dari berbagai daerah di Indonesia.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Presiden PKS Sohibul Iman dikabarkan akan hadir pada malam nanti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK