Suara.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendatangi kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Mega Kuningan Timur VII, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018). Prabowo memastikan untuk pencalonan cawapres ke Sandiaga Uno masih dalam musyawarah.
Prabowo juga menegaskan koalisi dengan Demokrat belum bubar untuk Pilpres 2019.
Persamuhan kedua pimpinan partai tersebut berlangsung kurang lebih sekitar 30 menit. Prabowo meninggalkan kediaman SBY sekitar pukul 10.36 WIB dan langsung meninggalkan kediaman SBY.
Disinggung mengenai koalisi antara Partai Demokrat dan Partai Gerindra, Prabowo yang duduk di bangku depan mobil Lexus berwarna putih hanya mengatakan koalisi masih dalam musyawarah. Begitupun mengenai kabar Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengenai Calon Wakil Presiden yang akan mendampingi dirinya.
"Soal koalisi kita masih musyawarah. Soal Sandi kita masih musyawarah," kata Prabowo ketika meninggalkan kediaman SBY di Mega Kuningan Timur VII, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (9/8/2018).
Sebelumnya, Sandiaga Uno dikabarkan maju dalam kontestasi Pilpres 2019 mendampingi Prabowo. Sandiaga disebut telah memberikan mahar politik Rp 500 miliar ke parpol untuk mendukung dirinya bisa menjadi cawapres pendamping Prabowo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Mimpi Bebas Banjir! Akhirnya Pompa Rawa Buaya akan Dibangun Setelah Bertahun-tahun Diabaikan
-
Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai
-
Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas
-
Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek
-
Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian
-
Nadiem Makarim Akui Cemas Saat Jadi Menteri, Rekrut Tim Inti untuk Bantu Birokrasi
-
Di Sidang Korupsi Chromebook, Nadiem Ungkap Ada Arahan Langsung Jokowi
-
Heboh Dugaan Suap BEM UBK, Guntur Romli Singgung Modus MBG 'Mahasewa diBayar Gibran'
-
Pramono Pastikan HUT Jakarta ke-499 Berlangsung Meriah, Tapi Tak Berlebihan
-
DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi Kerugian