Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memanggil sejumlah menteri Kabinet Kerja ke DPR. Pemanggilan kali ini untuk mendengar laporan terkait penanganan bencana gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam rapat tersebut, menteri yang hadir adalah Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Mendikbud Muhadjir Effendy, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Kemudian hadir pula Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Kepala BNPB Willem Rampangilei, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Desa Eko Putro. Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani diwakili Wakil Menteri Keuangan Mardioasmo.
Fahri mengatakan, rapat koordinasi ini untuk bertukar pikiran terkait penanganan korban gempa Lombok.
"Rapat koordinasi ini adalah dalam rangka bertukar pikiran dan diselenggarakan secara terbuka," kata Fahri saat membuka rapat di Ruang Pansus C, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (10/9/2018).
Fahri berharap dengan adanya koordinasi kali ini pemerintah bisa melakukan perbaikan infrastruktur pasca-gempa.
"Ada cluster publik yang terbagi pada kategori tersier itu pelayanan umum, sekolah, dan rumah sakit. Kategori primer jalan dan jembatan, termasuk kategori sekunder itu kantor pemerintah," ujar Fahri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah
-
Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu
-
Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa
-
3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!
-
Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana
-
Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov
-
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS
-
Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil