Suara.com - Farhat Abbas yang menjadi Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Maruf Amin berjanji, apabila Jokowi - Maruf Amin kalah di Pilpres 2019, dirinya akan meninggalkan Indonesia.
"Kalau Jokowi dan Maruf kalah, gue nggak tinggal di Indonesia lagi. (Di) Germany," kata Farhat Abbas kepada Suara.com, Jumat (19/10/2018).
Seperti yang sudah diberitakan di berbagai media, Farhat Abbas selalu menunjukkan semangatnya dalam mendukung Jokowi - Maruf Amin.
Bahkan dirinya didaulat sebagai juru bicara influencer untuk Jokowi - Maruf Amin.
Menyinggung soal nazar, Dedi Mulyadi yang juga Ketua TKN Jokowi - Maruf Amin wilayah Jawa Barat sempat bernazar untuk merubuhkan lalu membangun 1.000 rumah untuk para janda di Jawa Barat.
Berbeda dengan Dedi Mulyadi, Farhat Abbas malah manfaatkan momen apabila Jokowi - Maruf Amin menang di Pilpres 2019, Farhat Abbas akan menikah.
"(Nazarnya) nikah dong. Kan sekarang duda nggak nikah dulu. Fokus bantu Jokowi - Maruf Amin," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123