Suara.com - Sebuah rumah kontrakan di wilayah Kalideres, Jakarta Barat digerebek polisi lantaran diduga menjadi sarang transaksi dan pesta narkoba jenis sabu-sabu. Pemilik kontrakan berinisial RI alias AI (25) turut diringkus karena sudah lama bekerja sebagai pengedar.
RI pun tak berkutik saat tim gabungan dari Polsek Kalideres dan Polres Metro Jakarta Barat meringkusnya pada Rabu malam (24/10/2018).
Kapolsek Kalideres Kompol Pius Ponggeng menerangkan, penggerebekan itu dilakukan karena warga sekitar sudah resah dengan kegiatan RI di kontrakannya.
"Warga sudah sangat resah, tersangka ini kerap menjadikan rumah kontrakannya untuk transaksi narkoba, bahkan sering dijadikan pesta narkoba," ujar Kompol Pius, saat dikonfirmasi, Kamis (25/10/2018).
Selain menangkap RI, polisi turut menyita sabu-sabu seberat 4,13 gram yang disimpan tersangka di alat pengharum ruangan.
"Dari hasil penggeledahan kita, satu unit telepon genggam kita amankan," kata Kanit Reskrim Polsek Kalideres AKP Syafri Wasdar.
Terkait pengungkapan kasus ini, polisi juga masih terus meminta keterangan RI untuk menelusuri asal sabu-sabu yang diedarkannya. "Kami akan cari tahu siapa pemasok sabu kepada tersangka (RI)," katanya.
Akibat perbuatannya, tersangka kini meringkuk di balik jeruji besi Polsek Kalideres dan dijerat Pasal 114 ayat (1) Sub Pasal 112 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 5 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Baca Juga: Setahun Vakum, Laudya Cynthia Bella Comeback Lewat Film Ambu
Berita Terkait
-
Polisi Duga Tewasnya Pekerja Ekspedisi RS Budi Asih karena Lalai
-
Simpan 2 Cowok di Loteng, Cewek Penghuni Indekos Digiring Massa
-
Kemungkinan Ada Tersangka Baru di Kasus Peluru Nyasar Gedung DPR
-
Mengeluh Tak Bisa Makan, Polisi Gagal Periksa Ratna Sarumpaet
-
Ahmad Dhani Akan Diperiksa Polisi Jawa Timur Besok
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim