Suara.com - Andika (24) warga Desa Ngrandu, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran telah mengaku-ngaku sebagai anggota pasukan pengamanan presiden (Paspampres).
Andika diketahui telah melakukan penipuan terhadap banyak orang bahkan terakhir dirinya membawa kabur satu unit sepeda motor.
Andika ditangkap petugas Polres Ngawi, Jawa Timur bersama aparat gabungan dari Polres Klaten, Jawa Tengah, Kodim 0805 Ngawi, dan Sub Denpom V/1-2 di sebuah hotel di daerah Ngawi.
"Pelaku ditangkap di sebuah hotel di Ngawi karena diduga melakukan tindak pidana penggelapan sepeda motor atas aksinya menyaru sebagai anggota paspampres dan anggota TNI AD," ujar Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Muh Indra Nadjib.
Andika yang diketahui adalah seorang kuli bangunan telah membawa kabur sepeda motor Honda Vario milik seorang kenalannya, Fitri Wuryanti, saat berada di Tegalyoso, Klaten, Jawa Tengah pada Senin (31/12).
Selain mengaku sebagai anggota paspampres, untuk mengelabui korban, pelaku juga mengaku sebagai anggota TNI AD yang bertugas di Polisi Militer Angkatan Darat di Cijantung.
"Korban kemudian melapor ke polisi. Tersangka sendiri saat diperiksa mengakui semua perbuatannya," kata dia.
Polisi menduga, pelaku telah beraksi mengaku sebagai anggota TNI dan paspamres cukup lama sehingga banyak yang menjadi korbannya.
Dari kamar hotel tempat pelaku menginap, petugas gabungan menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya, sepatu, tas, dan celana loreng milik pelaku.
Berita ini sebelumnya dimuat Covesia.com jaringan Suara.com dengan judul "Ngaku Anggota Paspampres Tipu Banyak Orang, Seorang Lelaki di Ngawi Ditangkap"
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora
-
KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik
-
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta