Suara.com - Polisi menggali keterangan dari sopir truk tronton yang ditabrak dari belakang oleh mobil Innova yang ditumpangi Bupati Demak HM Natsir di ruas tol Kandeman Batang, Minggu (3/3/2019) pukul 03.15 WIB. Sopir truk itu mengaku tidak tahu jika ada mobil yang menabrak bagian belakang kendaraannya.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Batang, Ajun Komisaris Ferdy Kastalani, saat dikonfirmasi mengatakan, sopir truk tronton itu mengaku tidak mengetahui jika ada mobil menabrak bagian belakang truknya.
"Sopir tronton tidak tahu belakangnya ditabrak, dikira ban meletus karena ada suara keras letusan ban," kata Ferdy.
Karenanya, lanjut Ferdy, sopir truk atas nama Arif Susanto, warga Purwogondo RT 02 / RW 06 Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, lantas berhenti beberapa kilometer dari TKP, masih di ruas tol Batang. Dia sempat mengecek bagian belakang truk.
"Berhenti di area aman tol, dicek bagian belakang, ternyata ban belakang kanan benar meletus. Tapi dia curiga ada pecahan kaca yang menempel seperti bekas tabrakan," katanya.
Sopir truk mengaku dirinya akhirnya mengganti ban belakang tersebut. Lalu, kembali melanjutkan perjalanan sampai keluar di exit tol Weleri Kendal.
"Dia keluar di exit tol Kendal, lalu melanjutkan lewat jalan raya Pantura arah Kendal," lanjut Ferdy.
Menurut pengaku sang sopir truk pula, kata Ferdy, dia lantas berinisiatif berhenti untuk beristirahat di area SPBU Kaliwungu Kendal, sembari berharap ada patroli polisi yang menemukannya jika benar ada kecelakaan yang melibatkan truknya.
"Jadi sopir berinisiatif, berhenti sekaligus istirahat di SPBU, (berpikir bahwa) barangkali benar ada kecelakaan yang melibatkan truknya. Dan patroli kami menemukan truk dan sopir itu sedang istirahat di SPBU Kaliwungu Kendal," terangnya.
Baca Juga: Rekaman CCTV Penusuk Siswi SMK di Bogor Sudah Diserahkan ke FBI
Setelah menemukan truk tronton dan sopirnya itu, polisi lalu membawa sang sopir menuju Mapolres Batang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
"Jadi kami tidak menangkap sopir truk itu. Kami menemukan, lalu membawa ke Mapolres untuk dimintai keterangannya," ucapnya.
Diketahui jika truk tronton yang disopiri Arif Susanto berjenis dumptruck nopol B 9426 ZA itu membawa muatan batu kerikil untuk dibawa menuju Kulonprogo.
"Muatan kata sopir 31 ton. Tapi apakah overload, kami masih berkordinasi dengan Dishub untuk mengecek kelengkapan KIR-nya," tukas Ferdy.
Kontributor : Adam Iyasa
Berita Terkait
-
Truk Tronton Rem Blong, Hantam Separator Transjakarta di Slipi
-
Pemerintah Batasi Operasional Kendaraan Truk Tronton Selama Arus Mudik Lebaran
-
Rem Blong di Tanjakan Flyover Ciputat, Truk Tronton Tabrak Truk hingga Melintang
-
Diamuk Massa, Begini Kondisi Sopir Truk Tronton Ugal-ugalan di Tangerang yang Tabrak Sejumlah Pengendara
-
Truk Hantam Keras KA Brantas hingga Timbulkan Ledakan Hebat, Tak Ada Korban Meninggal
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polisi Klaim 995 Pistol di Ruang Kerja Eks Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Bukan Senpi
-
Kalau Standarnya Cuma "Daripada Dikorupsi", Semua Program Terlihat Bagus
-
Bursa Kripto CFX10 Melesat, Bitcoin dan Ethereum Naik
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
-
Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'
-
Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi
-
Kasus Kematian Mantan Istri Anggota Polri, Komisi III DPR RI: Jangan Gegabah Simpulkan Bunuh Diri
-
Ribuan Pemilah Sampah di Bantargebang Kini Punya Jaminan Kerja
-
Waspada Potensi Bencana Alam di Jateng, Sarif Abdillah: Pelatihan Relawan Jangan Kendor!
-
Berbagi Kisah & Harapan: Ketika Menagih Pajak Tidak Sekadar Soal Angka