Suara.com - Capres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto menggelar kampanye terbuka yang berlangsung di stadion Sidolig, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/3/2019).
Usai membuka pidato dalam kampanyenya, tiba-tiba mantan Danjen Kopassus itu langsung melemparkan topi yang dipakainya ke arah massa yang memenuhi stadion Sidolig.
Setelahnya, dia membuka kancing kemeja safari yang digunakannya lantas melepas baju itu ke kerumunan massa pendukungnya.
Massa langsung berteriak-teriak meminta agar Parabowo memberikan kaos berwarna krem yang dipakai Prabowo. "Kaosnya pak, kaosnya," teriakan masa pendukung Prabowo.
"Saudara-saudara sekalian saya tidak bisa kasih kaos, jadi baju gue saja gue kasih ke satu orang," balas Prabowo.
Kemudian massa pun meneriakan agar Ketua Umum Partai Gerindra itu memberikan kacamata hitam yang tengah dipakainya. Namun, Prabowo kembali menolak permintaan masa itu.
"Udah cukup ya, masak capres pakai kaos, gue tidak peduli. Aku terharu kalian lama diam disitu. Tapi ini kacamata khusus. Sorry yah, 18 April (2019) saja saya kasih," ucapnya.
Dalam pidatonya, Prabowo meminta agar masyarakat Jawa Barat mencoblos pasangan Prabowo-Sandiaga Uno di ajang Pemilihan Presiden pada Rabu (17/3/2019), mendatang.
Prabowo berharap agar Jawa Barat bisa tetap solid dan menjadi lumbung suara Prabowo seperti pada 2014 lalu.
Baca Juga: Ada Anggota DPR Terjaring OTT, Bamsoet Tunggu Informasi Resmi KPK
"Saya minta Jawa Barat menangkan saya. Saya minta minimal 85 persen, Jawa Barat itu menentukan. Jangan mau diadu domba, diprovokasi," tukasnya.
Kontributor : Aminuddin
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan