Suara.com - Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang atau TGB memastikan video viral Jokowi kalah di NTB atau Nusa Tenggara Barat adalah hoaks. Video dirinya yang menyatakan Capres Petahana Joko Widodo atau Jokowi kalah telak di Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan hasil editan pihak tak bertanggung jawab.
TGB mengatakan, video asli dirinya dengan orasi di tempat dan waktu yang bersamaan itu seharusnya ada kata tahun 2014 sebelum pernyataan Jokowi kalah di NTB.
Namun pada video yang beredar, kata 'tahun 2014' tersebut dihapus dan diganti dengan kalimat yel-yel untuk Jokowi.
"Ini aslinya kata 2014 dibuang ditambahkan di depannya yel-yel 2019," kata TGB dikonfirmasi Suara.com, Kamis (4/4/2019).
Ia juga menyertakan video asli orasinya di tengah kampanye. Dalam video tersebut, terdengar memang TGB yang mengatakan Jokowi kalah telak di NTB pada tahun 2014.
"Bapak ibu, saya ingin sampaikan di sini. Dulu pada 2014, dengar bapak-bapak ibu, dulu pada tahun 2014 bapak Jokowi kalah, iya. Tetapi walaupun di NTB ini beliau kalah telak, namun beliau sebagai pemimpin tetap memberikan perhatian penuh kepada Nusa Tenggara Barat," tutur TGB dalam video yang ia sertakan.
Berita Terkait
-
Kampanye Ajak Istri, Jokowi Targetkan Menang 80 Persen di Banyumas
-
Digendong Jokowi saat Wawancara, Jan Ethes Ngoceh hingga Wartawan Tertawa
-
TKN: Pemilih Galau akan Pilih Jokowi - Ma'ruf
-
Iwan Fals Komentari Ajakan Jokowi Pakai Baju Putih ke TPS
-
Emrus: Ada Indikasi Koalisi Prabowo - Sandiaga Tidak Lagi Solid
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
Terkini
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas
-
Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi