Suara.com - Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno akan menggelar kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (7/4/2019). Panitia acara menargetkan sekitar 7 juta pendukung dan masyarakat hadir saat kampanye akbar besok.
Ketua panitia acara, Mohamad Taufik mengatakan kesiapan acara telah mencapai 90 persen. Nantinya, acara akan diawali dengan salat subuh berjamaah.
"Alhamdulillah saya kira sudah 90 persen persiapan buat kampanye, diawali dengan salat subuh berjamaah dan munajad pada yang maha kuasa untuk kemanangan Pak Prabowo - Sandiaga," ujar Taufik di SUGBK, Sabtu (6/4/2019).
Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta ini memperkirakan jutaan orang akan hadir dan mendengar orasi politik Prabowo dan Sandiaga. Jumlah tersebut sudah termasuk massa Alumni 212 yang juga menyatakan dukungan pada Prabowo - Sandiaga.
"InsyaAllah perkiraan kita 1 sampai 7 juta (orang hadir) karena elemen-elemen yang mendukung Pak Prabowo, elemen-elemeb yang hadir di 212 alhamdulilah menjadi bagian kita dalam kanpanye," jelasnya.
Wakil Ketua DPRD Jakarta ini kemudian mengimbau pada massa yang hadir untuk menjaga ketertiban. Selain itu, ia meminta agar pendukung Prabowo - Sandiaga hadir lebih awal untuk dapat masuk ke area kampanye.
"Ini kan terbuka, kita imbau kepada masyarakat yang ingin ikut munajad salat berjamaah dan kampanye akbar ini tetap menjaga disiplin, tidak boleh ada sampah. Kebersihan harus dijaga, kemudian harus mengikuti petunjuk yang disampaikan panitia," jelas Taufik.
Berita Terkait
-
Prabowo Sebut Nasib Suatu Bangsa Ditentukan Oleh Jasa Guru
-
Kampanye di Gunungkidul, Sandiaga Bahas Soal Masalah Kesehatan Jiwa
-
Hanafi Rais Klaim Sudah Kampanyekan Prabowo Hampir di Semua Wilayah DIY
-
KPK Sebut Pendapatan Negara Bocor Rp 2.000 T, Prabowo: 2 Kali Hitungan Saya
-
Kampanye di Gunungkidul, Sandiaga Uno Janji Berantas Korupsi Pupuk
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Eks Bos ASTRA Infra Port Easkal Wisnu Prabakti Diperiksa KPK Terkait Korupsi Investasi RI-Jepang
-
Pura-pura Jadi Pembeli! Polisi Ciduk Pengedar 15 Airsoft Gun yang Dijual via WhatsApp
-
Mahfud MD Sebut Penolakan UU Polri oleh Mahasiswa Wajar: Memang Tak Ada Perubahan
-
FPTHSI Tepis Pidato Prabowo Sebut Gaji Guru Terkendala Anggaran: Dana Cukup, Tapi Salah Distribusi
-
Shopee Permudah Seller Kelola Keikutsertaan Program Promosi di Laman "Pengelolaan Program Saya"
-
Gus Yaqut Tumbang di Tahanan, Istri Apresiasi Langkah Cepat KPK Larikan ke RS
-
Gaji Dokter Timpang! Menkes: Ada yang Miliaran, Ada yang Selevel Tukang Parkir
-
Viral Isu Kantor RW di Cikini Digusur Demi SPPG, Ini Fakta Sebenarnya
-
Miris! Menkes Budi Bongkar Sisi Gelap Dunia Medis: Banyak Nakes Kena Bullying dari Seniornya
-
Polisi Tegaskan Taufik Hidayat Ditangkap, Bukan Menyerahkan Diri Seperti Narasi Viral