Suara.com - Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Barat (KPU Kalbar) menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di 18 tempat pemungutan suara (TPS) yang berada di wilayah tersebut, Kamis (25/4/2019).
Dalam pelaksanaannya, KPU Kalbar memastikan pemungutan suara ulang tersebut berlangsung lancar dan aman.
"Alhamdulillah PSU di Kalbar hari ini aman dan lancar," ungkap Ketua KPU Kalbar Ramdhan kepada suarakalbar.co.id - jaringan Suara.com, Kamis (25/4/2019).
Lebih lanjut, Ramdhan mengemukakan TPS yang melaksanakan PSU berada di delapan kawasan yaitu, Kota Pontianak, Kabupaten Bengkayang, Kabupateng Sanggau, Kabupaten Landak, Kabupaten Melawi, Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Ketapang.
"PSU di 18 TPS serentak dilaksanakan hari ini sesuai dengan rekomendasi dari Bawaslu atas beberapa hal yang sehingga pemilihan dilakukan ulang, salah satunya karena tidak memiliki KTP Kalbar tetapi mencoblos disini," jelasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Pontianak Deni Nuliadi mengatakan berdasarkan DPT Kota Pontianak terdapat 252 pemilih yang menggunakan hak pilihnya pada PSU kali ini.
"Pemungutan suara ulang digelar di TPS 07 Kelurahan Parit Tokaya Kota Pontianak," urainya.
PSU tersebut dilaksanakan di TPS 07 Kelurahan Parit Tokaya karena pada Pemilu 17 April 2019 lalu ada empat orang pemilih yang seharusnya tidak berhak memilih di TPS tersebut, namun melakukan pencoblosan.
Meski begitu, saat pelaksanaan PSU, warga Pondok Pelangi Kelurahan Parit Tokaya Pontianak selatan sejak pukul 08.00 sudah berada di lokasi pencoblosan. Mereka terlihat antusias mendatangi tempat pemungutan suara ulang. TPS 07 ini menjadi salah satu dari 18 TPS di Kalbar yang menggelar pencoblosan ulang.
Baca Juga: Simak! Berikut 11 TPS di Jakarta yang Pemungutan Suara Ulang Sabtu Ini
"PSU ini digelar karena ada empat orang pemilih yang tidak terdaftar di DPT yang ada di TPS 07," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Gubernur Khofifah Apresiasi, Pemprov Jatim Borong 3 Penghargaan UB Halal Metric Award 2026
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN