Suara.com - Sebelum wafat, mendiang Ani Yudhoyono ternyata sudah mempersiapkan busana yang akan dikenakan saat Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, di Singapura.
Pakaian yang ia siapkan untuk berlebaran di National University Hospital Singapura itu adalah kain berwarna dominan hitam berorak batik.
Pakaian yang berwarna hitam bercorak batik itu ternyata juga merupakan pakaian seragam keluarganya saat Lebaran 2019.
Namun, belum sempat ia mengenakannya, Ani sudah lebih dahulu dipanggil Maha Kuasa beberapa hari sebelum Idul Fitri.
Kendati demikian, seragam bewarna hitam tersebut sempat menyelimuti jenazah Ani saat masih berada di Rumah Sakit National University Hospital, Singapura.
Kabar pakaian seragam yang dijadikan kain penutup bagi jenazah Ani itu dibenarkan oleh politikus Partai Demokrat Andi Arief.
"Jadi ingin dirayakan di rumah sakit bersama suami, anak dan cucunya. Tidak kesampaian, Ibu Ani tanggal 1 Juni pergi dan jenazah akhirnya diselimuti oleh batik. Jadi sebenarnya itu batik," kata Andi Arief di kediaman SBY di Cikeas, Bogor, Senin (3/6/2019)
Andi Arief mengatakan, Ani sengaja mempersiapkan pakaian seragam tersebut untuk ia kenakan pada saat berlebaran di Singapura bersama keluarga.
"Ibu Ani punya tradisi di keluarganya bagus sekali, kalau mau bersama anak dan cucunya setiap lebaran itu seragam. Ibu Ani merancang agar lebaran di NUH dengan seragam yang sama, warna hitam itu," ujar Andi Arief.
Baca Juga: Dicibir saat Melayat Ani Yudhoyono, Kaesang Akhirnya Beli Celana Hitam
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Kasus Dugaan Penghinaan Suku Toraja Naik Penyidikan, Status Hukum Pandji Tunggu Gelar Perkara
-
Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak
-
Keluarga Habib Bahar Balik Lapor, Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan Dituding Sebar Hoaks
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender