- Polisi menangkap penjual pisang cokelat bernama Saepul di Pandeglang karena diduga membunuh Kunaefi.
- Pelaku menghabisi nyawa korban di Depok pada 23 Juli 2026 dan memutilasi tubuhnya untuk menghilangkan jejak.
- Polda Metro Jaya masih mendalami motif pembunuhan serta menyelidiki dugaan pelaku sebagai penyuka sesama jenis.
Suara.com - Polisi mengungkap temuan baru dalam penyidikan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi (51) di Depok. Penyidik menduga pelaku, Saepul (26), merupakan penyuka sesama jenis.
Katimsus 2 Subdit Resmob Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono mengatakan, sejauh ini hubungan antara pelaku dan korban diketahui hanya sebatas saling mengenal.
“Hubungan antara pelaku dengan korban, itu hanya sebatas kenal sama kenal, tidak lebih,” kata Breggy kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).
Meski demikian, penyidik belum menyimpulkan motif pembunuhan. Polisi masih mengumpulkan alat bukti dan mendalami berbagai keterangan, termasuk dugaan orientasi seksual pelaku.
“Motif pembunuhan sedang kami dalami, namun ditemukan fakta bahwasanya pelaku diduga merupakan penyuka sesama jenis,” ujarnya.
Penjual Pisang Cokelat Ditangkap Saat Hendak Kabur
Sebelumnya, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap Saepul di wilayah Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, saat diduga hendak melarikan diri.
Pria kelahiran tahun 2000 itu sehari-hari diketahui berjualan pisang cokelat menggunakan gerobak di kawasan Pondok Cina, Depok.
Berdasarkan hasil penyidikan sementara, pelaku dan korban berkenalan melalui media sosial sebelum sepakat bertemu di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung, Depok, pada 23 Juli 2026.
Baca Juga: Kasus Mutilasi Tanah Merah Depok, Pelaku Buang Potongan Kaki ke Sungai Pitara untuk Hilangkan Jejak
Pertemuan tersebut diduga berujung cekcok. Saepul menusuk perut korban dan menggorok lehernya menggunakan pisau, kemudian memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha.
Untuk menghilangkan jejak, jasad korban dibungkus plastik hitam dan karung lalu dibuang di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Depok. Sementara kedua kaki korban diduga dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara.
Hingga kini, penyidik masih terus mendalami motif pembunuhan sekaligus melengkapi alat bukti guna mengungkap secara utuh rangkaian kasus mutilasi yang menggegerkan warga Depok tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Ramai Dibahas! Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Begini Penjelasan Lengkapnya
-
Fakta Baru Mutilasi Depok: Saepul Diduga Penyuka Sesama Jenis, Motif Masih Teka-teki
-
Kemarau Panjang Mengintai, Jakarta Rencanakan Hujan Buatan Tiap Pekan
-
Anwar Ibrahim Keluarkan Perintah di Kasus Pilot Malaysia Jadi Kurir Narkoba Ditangkap di Jakarta
-
DTI Series 2026 Resmi Digelar, Perkuat Kolaborasi Digital Nasional
-
15 Ide Lomba 17 Agustus Indoor di Kantor yang Paling Seru dan Gak Ribet!
-
YouTube Dipanggil Komdigi, AI Moderasi Konten Dinilai Perlu Evaluasi
-
BRI Buka Program BRIncubator 2026, Dukung UMKM Go Global
-
Serial Monster Kembali dengan Season Baru, Angkat Kasus Pembunuh Berkapak
-
Menteri LH dan Gubernur Sulsel Turun Tangan Percepat Proyek PSEL Mamminasata