Suara.com - Bagi penikmat media sosial maupun para awak media nasional, nama Sutopo Purwo Nugrogo mungkin sudah tak asing lagi mendengarnya. Ia adalah Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Di tengah gencarnya hoaks tak bertanggung jawab serta minimnya pengetahuan orang awam soal kebencanaan, Sutopo BNPB adalah suara yang paling 'kredibel' dan dapat dipercaya dalam penyebaran informasi terkait bencana alam di Indonesia.
Sebagai kepala pusat data dan informasi serta humas, tugas Sutopo Purwo Nugroho adalah menyampaikan kebenaran terkait data, informasi setiap bencana yang ada di bumi Nusantara. Maka tak salah, apabila Sutopo sangat aktif di media sosial membagikan berbagai informasi sekecil dan cepat apapun terkait kebencanaan.
Namun keaktifan Sutopo Purwo Nugroho kini tak lagi bisa dilihat maupun didengar. Pria kelahiran Boyolali, Jawa Tengah itu kini telah menghadap kepada sang Pencipta.
Sutopo Purwo Nugroho dikabarkan meninggal dunia di Guangzhou, China pukul 02.00 WIB waktu setempat atau pukul 01.00 WIB. Ia meninggal dunia saat menjalani pengobatan kanker stadium 4 yang diidapnya beberapa tahun terakhir.
Sutopo lulus Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1993 dan mengawali kariernya pada 1994 dengan bekerja sebagai peneliti di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.
Kemudian Ia merampungkan pendidikan MSc dan PhD pada 2008 lalu di Institut Pertanian Bogor di bidang hidrologi. Sutopo mulai menghiasi segala bentuk informasi di BNPB sejak Agustus 2010 lalu hingga sekarang.
Mahasiswa Berprestasi
Sutopo Purwo Nugroho yang merupakan anak pertama dari pasangan Suharsono Harsosaputro dan Sri Roosmandari sejak kecil hidup prihatin. Bersama orangtuanya yang berprofesi sebagai guru tinggal di Boyolali dengan mengontrak rumah gedek atau rumah dari bambu.
Baca Juga: Tagar Meninggalnya Sutopo Jadi Trending Topik Twitter
"Kalau dengar cerita ibu saya atau bapak saya, ya kami dari keluarga miskin. Mengontrak rumah di Boyalali, rumah gedek, bolong-bolong, dimakan rayap, lantainya dari tanah dan belum ada listrik," kenang Sutopo Purwo Nugroho kepada Suara.com saat ditemui di kantornya, beberapa waktu lalu.
Setelah menamatkan SD, SMP dan SMA di Boyolali, ia melanjutkan kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Tak hanya memiliki kerendahan hati, Sutopo Purwo Nugroho adalah sosok yang memiliki intelektual tinggi. Hal itu terbukti ia menjadi lulusan terbaik di fakultasnya sewaktu di UGM.
Tercatat ia telah menulis lebih dari 100 jurnal ilmiah baik nasional maupun internasional serta sejumlah buku.
Meski terbaring sakit Sutopo tetap menjalankan tugasnya memberikan informasi terkait kebencanaan di Indonesia. Tak ayal hal itu memantik rasa simpati dan hari para warganet.
Warganet pun banyak memberikan apresiasi maupun mendoakan agar Sutopo Purwo Nugroho disembuhkan dari sakitnya.
Kini, cuitan informatif dari pak Topo tak bisa lagi dilihat maupun di dengar. Namun dedikasinya menjadi inspirasi besar bagi seluruh warga Indonesia, khususnya soal kebencanaan.
Selamat jalan pak Topo!
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga