Suara.com - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menganggap kemacetan di Jakarta semakin parah dari hari ke hari. Karena itu, BPTJ meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas sistem ganjil genap kendaraan.
Kepala BPTJ Bambang Prihartono menyebut sudah melakukan evaluasi secara berkala sesuai dengan peraturan gubernur (pergub) tentang sistem ganjil genap. Hasilnnya, lalu lintas di Jakarta disebut kinerjanya sedang menurun.
Bambang mencontohkan kemacetan yang terjadi setiap pagi di Tol Cawang menuju Semanggi. Menurutnya kemacetan di lokasi tersebut tetap mengular sampai ke Cibubur meskipun contra flow sudah diperpanjang.
"Memang kemacetan sudah parah. Kita sudah harus antisipasi," kata Bambang Prihartono saat dihubungi, Kamis (12/7/2019).
Imbas lainnya dari kemacetan yang semakin parah di Jakarta adalah dampaknya pada kesehatan udara di Jakarta. Ia menyebut Jakarta saat ini menjadi peringkat kedua dunia kota polusi terburuk.
Berdasarkan studi Japan International Cooperation Agency (JICA), pergerakan orang di Jabodetabek mencapai 100 juta perhari. Sementara tiga tahun lalu baru 50 juta per hari.
Akibatnya, kata Bambang, modal share angkutan umum turun 12 persen karena kendaraan pribadi yang jumlahnya juga bertambah.
Ia menganggap permasalahan transportasi di Jakarta bukan hanya menjadi tanggung jawab Gubernur, melainkan gubernur dari provinsi sekitarnya, para pimpinan daerah dan termasuk pihaknya sendiri. Karena itu ia mengusulkan untuk perluasan sistem ganjil genap.
"Bicara transportasi memang bukan gubernur saja. Semualah ada tiga gubernur, delapan bupati/wali kota termasuk BPTJ. Oleh karena itu BPTJ berdasarkan latar belakang tadi mengusulkan kebijakan yang sudah pernah Kita coba. Ini bukan barang baru," pungkas Bambang.
Baca Juga: Beredar Info Ganjil Genap untuk Motor, Kadishub DKI: Hoaks
Berita Terkait
-
Gandeng MAB, BPTJ Targetkan 1000 Bus Listrik Layani Jabodetabek pada 2020
-
Kakorlantas Pastikan Belum Ada Ganjil-Genap di Pelabuhan Merak Saat Mudik
-
Bagi Pemudik Bermobil: Aturan Ganjil Genap Tak Diterapkan
-
BPTJ Terus Giatkan Penyediaan Angkutan Massal di Jabodetabek
-
Grab Pastikan Bakal Bangun Shelter di Stasiun MRT Jakarta
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9