Suara.com - Pemerintah bakal memastikan besaran iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada Jumat (2/8/2019) mendatang.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Langkah pemerintah tersebut dilakukan, untuk menghentikan kemelut defisit sebesar Rp 19,41 triliun.
Namun, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan kenaikan itu baru direncanakan. Ia menambahkan, justru pemerintah masih akan melakukan rapat yang melibatkan menteri-menteri terkait untuk memutuskan perencanaan tersebut.
"Besok tanggal 2, hari Jumat akan bincang-bincang dengan Menko PMK, Menteri Keuangan, Menteri Sosial, Menkes untuk melihat bahwa JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) itu seprti apa yang seharusnya, kan gitu, sehingga kalau sudah semuanya baru kita tahu berapa sih sebenarnya," kata Mardiasmo di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2019).
Dalam rapat itu, selain membahas keputusan kenaikan iuran BPJS juga perkembangan dari rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan pada Senin (29/7/2019) lalu. Dalam rapat itu, BPJS diminta memperbaiki segala teknis yang dinilai masih carut marut.
"Menkes sudah memberikan evaluasi terhadap kelas rumah sakit, rujuk balik sudah, dana kapitasi juga sudah dari Mendagri, jadi ini sedang (dijalankan) semuanya. Nah jumat tanggal dua, silahkan datang lagi, apa hasilnya," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Babak Baru Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Polri Terbitkan Red Notice Riza Chalid
-
Resmi! Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota Banser di Tangerang
-
Waspada Virus Nipah Mengintai! Kemenkes Ingatkan Jangan Konsumsi Nira Aren Segar dari Pohon
-
Epstein Files Sebut Donald Trump 'Dikooptasi' Israel, Singgung Dalang Proyek Gaza
-
Tak Berizin, KKP Musnahkan 796 Kg Kulit Hiu dan Pari Milik Perusahaan Asing di Banyuwangi
-
Registrasi Akun SNPMB Sekolah 2026 Diperpanjang, Cek Syarat-syaratnya!
-
Geger Penemuan Mayat Pria Tanpa Identitas di Tumpukan Sampah Kali Mookervart
-
Operasional RDF Rorotan Dilakukan Bertahap, Warga Diminta Tak Khawatir Bau
-
Profil Jeffrey Epstein: Kekayaan, Kasus Predator Seksual dan Hubungannya dengan Trump
-
Kemenag Klaim Kesejahteraan Guru Agama Prioritas Utama, Tunjangan Profesi Naik Jadi Rp2 Juta